Netizen Terkejut saat Tahu Pendapatan IU Main Drama 'Perfect Crown' Dibayar Rp70 M
Ternyata IU mendapatkan bayaran Rp70 miliar untuk bermain sebagai pemeran utama di drama 'Perfect Crown'.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penyanyi sekaligus aktris IU kini jadi sorotan usai bayaran yang dia dapat saat main drama 'Perfect Crown' terungkap.
IU mungkin kini tekah masuk jajaran aktris dengan bayaran tertinggi saat bermain film dan drama.
Sebuah unggahan viral telah mengungkap dugaan biaya penampilan IU untuk drama Korea MBC 'Perfect Crown' dan memicu kecaman pedas terhadap idola sekaligus aktris tersebut.
Menurut unggahan tersebut, IU mendapatkan sekitar 500 juta KRW (sekitar 336.000 USD atau Rp5,8 miliar) per episode, dengan total 6,00 miliar KRW (sekitar 4,03 juta USD atau Rp70 miliar) untuk 12 episode.
Ini akan menjadikannya salah satu aktor dengan bayaran tertinggi di industri ini, namun banyak orang Korea tampaknya berpikir bahwa dia tidak sepadan dengan uang yang didapatnya.
"Jika ini benar, rasanya tidak ada masa depan bagi Korea Selatan. 6 miliar won untuk IU dan aktingnya yang buruk?", tulis unggahan viral di Pann.
Terlepas dari masalah honor dan kontroversi akting, drama Korea ini telah dikritik habis-habisan setelah menghadapi tuduhan panas karena sengaja memasukkan unsur pro-China ke dalam alur ceritanya.
"Adegan di mana istana kerajaan Korea dibakar tiga kali," "Tokoh utama wanita menolak mengenakan hanbok."
"Drama ini berlatar sedemikian rupa sehingga istana kerajaan Korea bahkan tidak memiliki alat pemadam kebakaran yang layak. Mereka memadamkan api dengan menyiramkan air menggunakan ember."
"Setiap tokoh antagonis dalam drama tersebut mengenakan hanbok," "Istana kerajaan Korea menggunakan pena fountain buatan China."
Sementara pemeran utama wanita menolak mengenakan hanbok dan malah memakai pakaian modern serta hiasan rambut zǎn Tiongkok, Ibu Suri satu-satunya yang mengenakan hanbok dipaksa berlutut di hadapannya."
"Sang Ibu Suri bersujud sebagai tanda permintaan maaf resmi di hadapan Pangeran Agung, mengenakan hanbok."
"Tokoh utama wanita menggunakan metode upacara minum teh ala Tiongkok di istana kerajaan Korea."
"Tokoh utama pria menggunakan frasa 'cheonse cheonse cheoncheonse' sebuah bentuk salam yang digunakan ketika Korea masih menjadi negara bawahan yang tunduk pada kekuatan kekaisaran.
Sebuah negara berdaulat akan menggunakan mahkota myeonryugwan 12-ryu , tetapi sebagai gantinya, mahkota myeonryugwan 9-ryu yang dikenakan oleh rakyat Kaisar Tiongkok digunakan."
"Secara keseluruhan pakaian ritual hongseo, jubah gujanbok, salam cheonse, penghapusan sejarah chingje, dan mahkota 9- ryu myeonryugwan, semuanya merupakan tanda bahwa Korea digambarkan sebagai negara bawahan Tiongkok."
Dugaan biaya penampilan tersebut justru semakin meningkatkan reaksi negatif terhadap IU.
“'Saya sudah punya uang, jadi saya baik-baik saja. Opini publik buruk, jadi kurasa saya harus meminta maaf.'"
“Apakah benar-benar hanya kebetulan bahwa IU, yang berbicara bahasa Mandarin sebaik penutur asli, akhirnya menjadi pemeran utama dalam drama itu?”
“Jujur saja, yang mengejutkan dari kontroversi 'Perfect Crown' adalah seberapa besar pengaruh Tiongkok sehingga upacara minum teh ala Tiongkok yang belum pernah dilihat atau didengar orang Korea seumur hidup mereka bisa begitu saja ditampilkan dalam drama tentang Korea?
Hal-hal lain mungkin bisa dianggap sebagai kesalahan, tetapi hal seperti itu sama sekali tidak bisa dimasukkan tanpa sengaja.”
“Jika memang seperti itu sikap mereka, kenapa tidak langsung saja pergi ke China dan bekerja di sana sambil terang-terangan menjilat mereka? Kenapa harus tetap tinggal di Korea, bersikap pro-China, dan dikritik karenanya?”.***
Editor : Irma Nurfajri

