#Ngelmukanubisa, Belajar Jurnalistik Sambil Membangun Kepedulian Lingkungan
Komunitas "Ngelmukanubisa" menggelar pelatihan dasar-dasar jurnalistik dan jurnalisme lingkungan di Situ Cileunca, Pangelengan, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/10/2019) hingga Minggu (27/10/2019). Tujuan acara tak lain membangun kesadaran lingkungan para generasi muda terutama siswa-siswa sekolah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Komunitas "Ngelmukanubisa" menggelar pelatihan dasar-dasar jurnalistik dan jurnalisme lingkungan di Situ Cileunca, Pangelengan, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/10/2019) hingga Minggu (27/10/2019). Tujuan acara tak lain membangun kesadaran lingkungan para generasi muda terutama siswa-siswa sekolah.
"Ini kegiatan berbagi ilmu dengan mengundang ahli di bidang maisng-masing. Mengingat, di Pangalengan terdapat kawasan Cagar Alam Gunung Tilu yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi," ujar Panitia Acara, Ian Hilman kepada INILAHKORAN.
Narasumber pada gelaran perdana, ini diisi pegiat media Kota Bandung, Ery Bukhori. Pesertanya sendiri berjumlah 25 orang yang sebagian besar terdiri dari pelajar Yayasan Ishlahul Amanah dan para pecinta alam.
"Acara berlangsung dua hari dan materi yang disampaikan bagi peserta adalah tentang dasar-dasar jurnalistik dan jurnalisme lingkungan," lanjut Ian.
Komunitas "Ngelmu Kanu Bisa" digagas untuk berbagi segala hal yang tujuanya menciptakan kepedulian terhadap lingkungan. Maka wajar, para narasumber nantinya adalah individu-individu yang sangat serius dalam mengkampanyekan pentingnya kesadaran lingkungan terutama di kalangan milenial.
Acara dikemas begitu menarik. Isinya beragam, mulai dari sharing hingga camping. Tak hanya itu, acara juga berlangsung dengan tema potluck party (berbagi makanan) dan uji cita rasa kopi khas Pangalengan.
"Peserta dapat membawa makanan dan saling bertukar serta berbagi.Peserta kegiatan juga diwajibkan untuk membawa botol minum (tumbler) dan tidak meninggalkan sampah dalam bentuk apapun demi mengurangi limbah plastic dan pencemaran lingkunga," pungkas Ian.
Terakhir, salah satu penggagas acara yakni Kelompok Pecinta Alam Tapak Tiara berharap lebih banyak peserta yang bergabung dalam acara yang akan digelar secara ritun ini. Tujuannya jelas, demi melakukan hal berarti untuk bumi tercinta ini melalui bidang apapun yang digeluti. (*)
Editor : Bsafaat

