Nurhayanti Minta Rencana Bisnis PDAM Lebih Terarah

PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menggelar Lokakarya Business Plan 2018-2022 di Hotel Aston-Sentul, Babakanmadang, Kamis (22/11/2018). Bupati Bogor Nurhayanti berharap, perusahaan pelat merah itu

Nurhayanti Minta Rencana Bisnis PDAM Lebih Terarah

INILAH, Bogor- PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menggelar Lokakarya Business Plan 2018-2022 di Hotel Aston-Sentul, Babakanmadang, Kamis (22/11/2018). Bupati Bogor Nurhayanti berharap, perusahaan pelat merah itu memiliki perencanaan bisnis yang baik empat tahun ke depan.

 

Menurut Nurhayanti, perencanaan usaha yang baik bisa mengantisipasi kebutuhan dan hambatan yang kemungkinan dihadapi PDAM di masa mendatang. Meski begitu, Yanti sadar jika masa depan bisnis tidak bisa diprediksi. Tapi setidaknya, dengan rencana yang baik, semua target dalam bidang distribusi air bersih bisa tercapai.

 

"Lokakarya ini mampu menghimpun berbagai saran, pendapat dan pertimbangan-petimbangan yang terukur dan terstruktur sebagai bahan masukan bagi tersusunnya business plan yang benar-benar terencana sesuai dengan visi dan misi PDAM Tirta Kahuripan serta sinergi dengan visi dan misi Kabupaten Bogor," kata Yanti.

 

PDAM Tirta Kahuripan mengemban dua mandat, yakni menjadi salah satu unit pelayanan masyarakat yang mampu melayani kebutuhan air minum bagi masyarakat dan menjadi perusahaan daerah yang harus mampu menghasilkan laba yang bisa berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Menurutnya, PDAM dituntut menciptakan tata kelola perusahaan yang baik dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam memberikan pelayanan prima kepada pemangku kepentingan serta sekaligus menghasilkan keuntungan yang wajar untuk keberlanjutan usaha

 

"Maka, diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh jajaran badan pengawas, direksi, manajemen dan staf PDAM guna melembagakan nilai-nilai Good Corporate Goverance secara menyeluruh dan berkelanjutan," tambahnya.

 

Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan Hasanudin Tahir kegiatan lokakarya ini merupakan tahap lanjutan untuk mendapatkan masukan yang konstruktif agar perencanaan yang telah disusun dapat lebih terarah dalam berbagai aspek.

 

"Menyangkut aspek teknis dan non teknis serta kebutuhan pendanaan berangkat dari kondisi eksisting tahun 2017 yakni jumlah sambungan langganan terdaftar sebanyak 150.072 sambungan langsung, cakupan pelayanan administratif sebesar 23,05%," kata dia.

 

Menurutnya, jumlah sambungan itu, baru mencakup 25 Kecamatan yang dapat terlayani dari 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor dengan kapasitas produksi air terpasang sebangyak 2.110 kubik per detik, kehilangan air sebesar kurang lebih 28 persen.

 

menurutnya, program ini lebih kepada meningkatkan fungsi pemanfaatan sarana prasarana yang telah ada, dengan tujuan lebih kepada kualitas, kuantitas dan kontinuitas.

 

"Pengembangan lebih ditujukan untuk menambahkan pemanfaatan sarana prasana, baik yang telah ada maupun yang belum ada dengan tujuan untuk meningkatkan akses air bersih yang lebih luas ke masyarakat," katanya.


Editor : inilahkoran