Nurul Arifin: Kader Partai Golkar Harapkan Airlangga Hartarto Maju sebagai Capres

Ketidakpastian Partai Golkar dalam menentukan arah kebijakan koalisi partai dan figur calon presiden (Capres) dalam menghadapi Pemilu 2024 menuai beragam pertanyaan dari berbagai pihak.

Nurul Arifin: Kader Partai Golkar Harapkan Airlangga Hartarto Maju sebagai Capres
"Sebagai kader, kami berharap Pak Airlangga Hartarto maju sebagai capres, tapi kalau pada akhirnya memberikan dukungan itu terserah kepada beliau sebagai ketua umum," kata Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi Partai Golkar Nurul Arifin saat ditemui seusai silaturahmi dengan kader Partai Golkar Kota Cimahi di Alam Wisata Cimahi. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Ketidakpastian Partai Golkar dalam menentukan arah kebijakan koalisi partai dan figur calon presiden (Capres) dalam menghadapi Pemilu 2024 menuai beragam pertanyaan dari berbagai pihak.

Kendati demikian, dukungan terhadap Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto terus mengalir sebagaimana mandat yang diberikan sebagai capres pada Munas Golkar tahun 2019.

Namun, karena hingga kini belum ada deklarasi resmi terkait hal itu, sehingga publik masih disuguhi dengan tiga figur bacapres yang sudah dipublikasikan seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan. 

"Sebagai kader, kami berharap Pak Airlangga Hartarto maju sebagai capres, tapi kalau pada akhirnya memberikan dukungan itu terserah kepada beliau sebagai ketua umum," kata Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi Partai Golkar Nurul Arifin saat ditemui seusai silaturahmi dengan kader Partai Golkar Kota Cimahi di Alam Wisata Cimahi.

Terkait dukungan capres untuk Pilpres 2024, terang Nurul Arifin, hingga kini Partai Golkar belum memutuskan. 

"Semua masih pada tahap negoisasi dan jalinan bangunan komunikasi politik oleh ketum partai kemana arah berlabuhnya Partai Golkar nantinya," terangnya.

Nurul Arifin menyebut, dari hasil pertemuan semua para ketua DPD Partai Golkar se-Indonesia yang digelar di Pulau Dewata Bali beberapa waktu lalu, memberikan mandat hal tersebut kepada Ketum Partai Golkar, yaitu untuk lobi-lobi politik dan negoisasi untuk arah langkah partai di Pilpres. 

"Semua ketua DPD sepakat dalam pertemuan di Bali memberikan mandat ke Ketum Pa Airlangga untuk lobi-lobi politik dan negoisasi," sebutnya.

Nurul Arifin menegaskan, keputusan langkah partai pastinya akan disampaikan langsung oleh ketua umum pada momentum yang dianggap tepat. 

Untuk itu, sampai sekarang semua masih menunggu, sesuai dengan arahan dan amanat hasil Munas maupun pertemuan semua ketua DPD beberapa waktu lalu. 

"Tentunya keputusan apapun adalah yang terbaik untuk Golkar. Itu akan disampaikan Pa Ketum, waktu pastinya saya tidak tahu," paparnya.

"Tapi kemungkinan sebelum pendaftaran terakhir capres-cawapres di Oktober nanti," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani