Oded Lantik Dewan Pengembangan Bandung Kota Cerdas
Setelah masa bakti keanggotaan lama berakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengumumkan susunan keanggotaan Dewan Pengembangan Bandung Kota Cerdas periode 2019-2023. Kini, tim khusus untuk pengembangan smart city itu dikomandani langsung Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Setelah masa bakti keanggotaan lama berakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengumumkan susunan keanggotaan Dewan Pengembangan Bandung Kota Cerdas periode 2019-2023. Kini, tim khusus untuk pengembangan smart city itu dikomandani langsung Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna.
Pelantikan Dewan Pengembangan Bandung Kota Cerdas dilaksanakan langsung di Pendopo Kota Bandung pada Senin (23/12/2019). Wali Kota Bandung Oded M Danial melantik 58 anggota Dewan Pengembangan Bandung Kota Cerdas yang dirangkaikan dengan soft launching Bandung Digital Store.
Oded menuturkan, pelantikan tersebut merupakan upaya untuk mendorong kemajuan smart city di Kota Bandung. Sistem ini harus terus dikembangkan agar bisa dimanfaatkan warga kota seiring dengan kebutuhan akan percepatan pembangunan yang semakin tinggi.
"Saya berharap hadirnya dewan smart city bisa membantu seluruh program pembangunan Kota Bandung. Semuanya bisa didigitalisasi oleh dewan smart city ini agar bisa terlaksana dengan baik dan berkualitas," kata Oded seusai pelantikan.
Dijelaskan dia, Dewan Pengembangan Bandung Kota Cerdas ini bertugas untuk memberi masukan kepada kepala daerah tentang membidik kemajuan smart city dari enam sektor. Keenamnya yakni smart governance, smart economy, smart branding, smart living, smart environment, dan smart society. Setiap bidang dikoordinatori dinas yang kompeten di sektor tersebut.
Seperti smart governance dimotori Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, smart branding Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, smart economy Kepala Dinas Tenaga Kerja, smart living Kepala Dinas Tata Ruang, smart society Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat, serta smart environment Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.
Selain dari kedinasan, dewan smart city juga melibatkan lintas sektor, seperti Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Bandung, Kepala Kantor Imigrasi Kota Bandung, hingga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Anton Sunarwibowo menyatakan, ini menjadi bagian dari langkah Pemkot Bandung mengoptimalkan akselerasi smart city. Apalagi saat ini Kota Bandung menjadi salah satu kota cerdas terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.
"Kalau sekarang tingkat kematangannya itu sudah di level A, sudah dikatakan smart. Evaluasi terakhir pada Oktober, kita di posisi di paling baik di Indonesia," kata Anton.
Saat ini, Kota Bandung masih menjadi rujukan pelaksanaan smart city di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari banyaknya kota dan kabupaten di Indonesia yang ingin bekerja sama dengan Kota Bandung dan mengadopsi aplikasi yang sudah tersedia.
"Kita sudah membagi-bagikan secara gratis ke hampir 140 kota/kabupaten aplikasi, bisa dari kepegawaian, SIRA, dan pelayanan lainnya," ucapnya.
Di lain sisi, Pemkot Bandung juga sedang mengembangkan aplikasi Bandung Digital Store yang memungkinkan pemerintah untuk membangun ekosistem smart economy. Sistem tersebut bisa memberdayakan para pelaku UMKM sehingga bisa membuka peluang lebih besar dalam memasarkan produknya.
Pada soft launching yang dilakukan Wali Kota Bandung, para pengusaha kecil dan menengah dikurasi agar produknya bisa masuk ke dalam sistem. Sebanyak 30 stan kuliner menjajakan tes makanan sehingga para kurator bisa menilai dan memberikan rating untuk kualitas makanan mereka. Unit usaha yang lolos seleksi bisa mencantumkan tokonya di dalam Bandung Digital Store.
Bandung Digital Store bekerja sama dengan Bank Bandung sehingga pembayaran juga bisa secara online dan terintegrasi dengan perusahaan fintech lainnya.
"Masih pengembangan. Hari ini soft launching untuk mengkurasi produk, nanti kalau sistem sudah siap, kita ajak lebih banyak pihak, lalu kita launching," ujar dia. (Yogo Triastopo)
Editor : Doni Ramdhani

