Oded Minta LPM Sempurnakan PIPPK
Wali Kota Bandung Oded M Danial mengakui jika Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayah (PIPPK) masih harus disempurnakan. Hal itu agar PIPPK lebih tepat sasaran dan masyarakat bisa lebih merasakan manfaatnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial mengakui jika Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayah (PIPPK) masih harus disempurnakan. Hal itu agar PIPPK lebih tepat sasaran dan masyarakat bisa lebih merasakan manfaatnya.
Untuk itu, dia meminta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) turut mengkaji kegiatan-kegiatan pada PIPPK.
"LPM sebagai tokoh masyarakat harus bisa mengoptimakan PIPPK. Harus tepat sasaran. Terlebih dalam prosesnya PIPPK itu atas dasar inovasi dan gagasan masyarakat," kata Oded di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Rabu (12/2/2020).
Dia menjelaskan, rapat koordinasi LPM harus bisa merumuskan program yang dapat mendukung visi masyarakat. Salah satunya mengoptimalkan program PIPPK. Menurut dia, anggaran pemerintah yang berfungsi sebagai stimulan dalam PIPPK bisa memberikan output yang lebih baik. Dari sisi partisipasi masyarakat harus bisa meningkat dua sampai tiga kali lipat.
Oded pun berpesan, LPM sebagai pemimpin nonformal di masyarakat bisa lebih memahami hal-hal yang berkaitan tentang kemasyarakatan. Hal itu agar LPM Kota Bandung tetap juara.
"Saya pernah berdiskusi dengan Kepala Daerah lain tentang eksistensi LPM. Saya yakin LPM Kota Bandung itu paling juara dari sisi inovasinya. Jadi LPM harus bisa mendukung visi masyarakat, menjadi teladan, dan jadi pelayan masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM), Tatang Muhtar mengatakan, PIPPK merupakam program strategis yang sangat terkait dengan LPM, sehingga diperlukan koordinasi terkait peningkatan kinerjanya.
"Rapat koordinasi ini dapat meningkatkan kapasitas LPM dengan tujuan membahas rencana kerja LPM tahun 2020. Sekaligus bekolaborasi dengan Satgas Anti Rentenir terkait upaya dalam rangka pemberdayaan masyarakat," kata Tatang.
Sedangkan, Ketua LPM Kota Bandung Merdi Hajiji mengatakan agenda Rapat Koordinasi LPM ini fokus pada memberdayakan ekonomi masyarakat, penyelesaian persoala n pembangunan, dan sosial kemasyarakatan.
"Selama ini PIPPK lebih berorientasi pada pembangunan infrastruktur, banyak jalan dan gang yang sudah diperbaiki. Mulai 2020 ini akan diarahkan pola-pola pemberdayaan yang bertujuan mengubah perilaku masyarakat," kata Merdi.
Dalam rapat koordinasi tersebut, turut ditandatangani nota kesepahaman Kota Bandung Bersih Rentenir antara Satgas Anti Rentenir dan LPM Kota Bandung. (Yogo Triastopo)
Editor : Doni Ramdhani

