Ole Gunnar Solskjaer Dipecat, Ternyata Ini Faktor-faktor Penyebabnya
Ole Gunnar Solskjaer diyakini dipecat Manchester United karena dua faktor yakni taktik serta kegagalan di bursa transfer.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Ole Gunnar Solskjaer resmi dipecat dari kursi manajer Manchester United. Garry Neville mengungkap dua alasannya.
Solskjaer dipecat manajemen Manchester United, Minggu 21 November 2021 malam WIB. Garry Neville menyebut keputusan tersebut sebagai langkah tepat.
Garry Neville menyebut Solskjaer sudah tak perlu lagi diberi kesempatan setelah serangkaian hasil buruk yang dialami Manchester United.
"Saya tidak beranggapan Ole bisa mengeluhkan waktu yang telah diberikan kepadanya dan uang yang telah diberikan kepadanya," ungkap Garry Neville seperti dikutip InilahKoran dari Sky Sports.
Baca Juga: Solskjaer Dipecat, Pengumumkan Resmi Segera Digelar Manchester United
Berbagai analisa di balik pemecatan Solskjaer pun muncul. Ada dua hal yang paling dianggap sebagai biang kegagalan pria asal Nowegia itu.
Yang pertama, Solskjaer gagal mendatangkan pemain-pemain sesuai 'seleranya' di jendela transfer.
Solskjaer diberi kesempatan mengembalikan kejayaan Man United yang hilang sejak Si Alex Ferguson pensiun.
Tapi nyatanya, Man United kini terlempar dari persaingan juara Liga Inggris setelah hanya menempati posisi ketujuh klasemen sementara.
Solskjaer disebut-sebut gagal meyakinkan manajemen klub untuk mendatangkan para pemain pilihannya.
Baca Juga: Man United Dibungkam Man City, Solskjaer Yakin Tak Dipecat, Justru Bilang Pemain Butuh Liburan
Pemain pertama yang jelas-jelas diinginkan Solskjaer adalah rekan senegaranya Erling Haaland yang dia latih sewaktu memimpin klub Norwegia Molde.
Lalu, dia juga membidik Jude Bellingham ketika dia masih bermain untuk tim divisi kedua Birmingham City tetapi pemain ini juga lebih memilih Borussia Dortmund.
Bek sayap Portugal Joao Cancelo pernah dalam radar Solskjaer. Sayangnya si pemain malah memilih Man City.
Gelandang bertahan Spanyol Rodri juga pemain bidikan Solskjaer. Lagi-lagi, Man City yang berhasil memenangkan persaingan.
Bek kanan Atletico Madrid Inggris Kieran Trippier dan pemain internasional Jerman Kai Havertz yang kini memperkuat Chelsea, juga menjadi target Solskjaer yang tak pernah bisa dia datangkan.
Baca Juga: Man United Keok di Laga Derby, Begini Firasat Ole Gunnar Solskjaer Soal Pemecatan
Taktik Buruk
Alasan lain di balik kegagalan Solskjaer adalah pendekatan taktik yang dianggap tak jelas. Itu terlihat jelas ketika Man United digasak Liverpool 0-5.
Skuat Man United tentu saja tidak kekurangan bakat menyerang, tetapi Solskjaer akhirnya terusir penampilan buruk empat beknya yang sangat buruk.
Solskjaer terus menunjukkan kepercayaan kepada pemain-pemain yang tidak dalam performa terbaik seperti Aaron Wan Bissaka, Luke Shaw dan Harry Maguire.
Baca Juga: Link Live Streaming dan Prakiraan Pemain Atalanta vs Man United, Final Kedua Solskjaer
Nasi sudah menjadi bubur. Solskjaer tetap bangga dengan segala kiprahnya bersama Man United.
"Saya akan pergi melewati pintu depan, karena saya kira semua orang tahu saya telah memberikan segalanya bagi klub ini. Klub ini berarti segalanya bagi saya," ujar Solskjaer.***
Editor : inilahkoran


