Ontrog Pemkab Cirebon, Ratusan Massa Gemawi Tuntut Rocky Gerung Dipenjara

Ratusan masa yang mengatas namakan Gerakan Moral Wong Cilik (Gemawi) mendatangi Pemkab Cirebon. 

Ontrog Pemkab Cirebon, Ratusan Massa Gemawi Tuntut Rocky Gerung Dipenjara

INILAHKORAN, Cirebon - Ratusan massa yang mengatas namakan Gerakan Moral Wong Cilik (Gemawi) mendatangi Pemkab Cirebon dan melakukan aksi unjuk rasa protes terhadap Rocky Gerung. 

Mereka menuntut polisi segera mengusut tuntas kasus penghinaan Rocky Gerung kepada Presiden Jokowi, Selasa 8 Agustus 2023.

Ratusan masa ini sebagian besar didominasi oleh kaum perempuan. Mereka membawa  ratusan poster dengan bentuk dan ukuran yang hampir sama. Poster poster tersebut bertuliskan "segera usut tuntas secara hukum Rocky Gerung" ada juga yang bertuliskan "Rocky Gerung jangan tayang di TV nasional".

Mereka menilai, pernyataan Rocky Gerung yang menghina presiden Jokowi sangat tidak pantas. Apalagi, dilontarkan oleh sekelas Rocky Gerung yang juga seorang akademisi. Justru dengan lontaran kata kata kasar tersebut, imbasnya akan tidak bagus dan berdampak buruk bagi anak didik bangsa.

"Kami meminta kasus penghinaan Rocky Gerung kepada presiden segera di proses. Kami tidak mau kejadian ini terus diulang ulang yang bersangkutan," kata Korlap Aksi, Rojali El Suma.

Rojali menilai, Rocky Gerung tidak sepatutnya menghina presiden dengan kata kata kotor. Harusnya, sebagai seorang akademisi, yang bersangkutan melakukan kritik secara santun. Ini supaya posisi dia sebagai akademisi dihargai juga oleh masyarakat.

"Presiden Jokowi tidak layak dihina. Kritiklah secara sopan dan memakai kata kata santun. Itu baru akademisi," teriak para pengunjuk rasa.

Rojali juga mengaku resah, dengan masih tayangnya penghinaan Rocky Gerung terhadap Jokowi, terlebih di media sosial. Dirinya meminta, tayangan tersebut segera dihentikan dan jangan ditayangkan lagi. Pihaknya meminta, polisi segera mengusut tuntas kasus tersebut.

"KPI segera menghentikan semua tayangan Rocky Gerung dimana termasuk tv nasional dan lokal. Masa presiden disebut tolol dan dihina dengan kata kata yang tidak pantas," teriaknya.

Tidak itu saja, masa meminta agar Bupati Cirebon, Imron memberikan dukungan penuh Pada aksi tersebut. Namun karena Imron sedang ada agenda diluar, perwakilan Pemkab Cirebon hanya diwakili Kadisdik Roniyanto.

Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Mohamad Lutfhi yang diminta orasinya, mengaku siap memfasilitasi permintaan para pendemo ke tingkat pusat. Namun dirinya hanya mengungkapkan, bahwa demonstrasi adalah hak warga negara dan dilindungi undang-undang.

"Yang harus dikedepankan sekarang adalah, bagaimana menjaga kondusifitas wilayah. Ini tahun politik dan semua harus menjaga ketertiban. Saya mengapresiasi aksi ini karena semua berjalan kondusif," akunya.

Sementara aspresiasi diberikan juga Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman. Menurutnya, unjuk rasa tidak dilarang asal dilakukan sesuai aturan dan bisa menjaga kondusifitas. Kapolresta meminta, selesai unjuk rasa semua bisa membubarkan diri dan pulang kerumah masing-masing dengan tertib.

"Silahkan membubarkan diri dengan tertib. Saya aspresiasikan unjuk rasa berjalan kondusif," tukasnya. (maman suharman)


Editor : Ahmad Sayuti