Operasi Zebra Lodaya 2019, Ada Puluhan Ribu Pelanggaran
Operasi Zebra Lodaya tahun 2019 berlangsung selama 14 hari dimulai dari tanggal 23 Oktober 2019 sampai dengan 5 November 2019. Dalam dua hari tercatat puluhan ribu pelanggaran pun didapati petugas kepolisian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Operasi Zebra Lodaya tahun 2019 berlangsung selama 14 hari dimulai dari tanggal 23 Oktober 2019 sampai dengan 5 November 2019. Dalam dua hari tercatat puluhan ribu pelanggaran pun didapati petugas kepolisian.
Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar mencatat selama dua hari menggelar Ops Zebra Lodaya 2019, ada 21.426 pelanggaran. Namun, hanya belasan ribu yang diberikan penilangan.
Hal itu diungkapkan, KBO Ditlantas Polda Jabar AKBP Asep Pujiono, saat di hubungi melalui sambungan telefonnya, Jumat (25/10/2019). "Yang kita berikan tindakan tilang ada 16.204 perkara, sisanya kita berikan teguran," ucap Asep.
Berdasarkan data pada tahun sebelumnya, Asep mengungkapkan, jumlah pelanggaran lalu lintas mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2018 tercatat hanya 10.095 tindakan pelanggaran. "Kenaikannya mencapai 16 persen pada tahun ini," tuturnya.
Lebih lanjut, Asep menyebutkan, pada pelaksanaan operasi zebra lodaya 2019, tercatat sejumlah peristiwa kecelakaan lalu lintas. Terhitung, ada enam kejadian laka lantas, dengan jumlah korban 17 orang.
"Dua diantaranya luka berat dan 11 orang alami luka ringan. Untuk korban meninggal dunia ada empat orang," ujar Asep.
Sementara untuk kejadian kecelakaan, pada 2018 tercatat hanya ada dua perkara. Dengan begitu, untuk kejadian laka lantas tercatat pada tahun ini alami peningkatan hingga dengan 100 persen.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andhiko menuturkan, Pada hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2019, Polda Jabar dan jajaran telah melakukan penindakkan pelanggaran sebanyak 9.731 kali angka tersebut mengalami kenaikan sebanyak 35% dibandingkan dengan penindakkan pada hari pertama tahun 2018 yaitu sebanyak 9.731.
"Untuk jumlah tilang sendiri mengalami kenaikan yang yaitu 30%, dimana pada tahun 2018 sebanyak 5.609 tilang dan pada pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya tahun 2019 sebanyak 7.292 Tilang yang dikeluarkan bagi para pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas," ujar Truno dalam keterangan persnya.
Truno juga menyebutkan, polisi tidak hanya melakukan penindakan pelanggaran dan tilang, pihaknya juga memberikan teguran kepada para pelanggar lalu lintas yaitu sebanyak 2.439 teguran.
"Hal ini mengalami kenaikan sebesar 50% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 1.625 teguran," ujar Truno.
Saat disinggung sasaran penindakan pada Operasi Zebra Lodaya 2019. Truno menjelaskan, pihaknya menyasar pengemudi yang tidak memiliki SIM, SIM tidak sesuai dengan kendaraan atau peruntukannya, pelanggaran yang tidak menggunakan Helm SNI.
"Pelanggaran melawan Arus, penggunaan Handphone saat berkendara, berkendara dibawah pengaruh alkohol, berkendara melebihi batas kecepatan, pengendara dibawah umur, pelanggaran surat kendaraan, dan mengendarai kendaraan tidak menggunakan sabuk keselamatan," ungkap Truno.
Truno juga menambahkan, angka kecelakaan Lalu Lintas yang terjadi pada hari pertama Pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2019 sebanyak 2 kasus, dibandingkan dengan periode yang sama pada pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2018 sebanyak 7 kasus.
"Terjadi penurunan sebanyak 5 kasus atau -71%, dengan korban meninggal dunia pada pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2019 sebanyak 1 orang dibandingkan dengan periode yang sama pada pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya - 2018 sebanyak 2 orang, terjadi penurunan sebanyak 1 orang atau Turun -50%," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)
Editor : Bsafaat

