Orang Tua Siswa SMAN 1 Ciwidey Keluhkan Mahalnya Biaya

Para orang tua calon siswa baru di SMAN Ciwidey mengeluhkan besarnya biaya yang harus mereka bayar. Apalagi uang sebesar Rp 4.100.000 itu wajib dibayar setengahnya, sedangkan sisanya dicicil selama satu tahun.

Orang Tua Siswa SMAN 1 Ciwidey Keluhkan Mahalnya Biaya
Ilustrasi/Dani R Nugraha

INILAH,Bandung- Para orang tua calon siswa baru di SMAN Ciwidey mengeluhkan besarnya biaya yang harus mereka bayar. Apalagi uang sebesar Rp 4.100.000 itu wajib dibayar setengahnya, sedangkan sisanya dicicil selama satu tahun.

Toto Warsito (53) warga Kampung Cimuncang Desa/Kecamatan Ciwidey, mengatakan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMP tahun ini benar benar membuat pusing kepala. Betapa tidak, ia yang hanya bekerja sebagai supir serabutan harus membayar biaya sekolah kedua anaknya yang masuk ke SMA dan SMP. Memang ia bersyukur anaknya itu diterima di SMAN Ciwidey, namun belakangan ia kebingungan harus membayar biaya masuk sekolah sebesar Rp 4.100.000.

"Yang bikin kami semakin pusing uang itu wajib dibayar setengahnya. Sisanya dicicil selama satu tahun, untung saja ada saudara yang ngasih pinjaman untuk bayar ke sekolah. Soalnya pembayaran itu terakhir hari Jumat (5/7) kemarin, kalau lewat dari hari itu dianggap mengundurkan diri oleh pihak sekolah," kata Toto, Selasa (9/7/2019).

Makanya banyak orang tua calon siswa, termasuk Toto pontang panting mencari pimjaman untuk membayar setengah dari biaya masuk sekolah tersebut. Bahkan, kata Toto, saat yang bersamaan dengan istrinya membayar itu ada orang tua calon siswa yang hanya membawa uang sebesar Rp 1 juta ditolak pihak sekolah.

"Kan yang bayar ke sekolah istri saya, dia cerita ada orang tua calon siswa yang terpaksa pulang karena uang Rp 1 juta yang dia bawa itu ditolak pihak sekolah. Biaya yang harus kami bayat untuk sekolah itu sangat berat, apalagi orang seperti saya cuma supir serabutan dan anak anak saya enggak punya Kartu Indonesia Pintar(KIP) dan jaminan sosial lainnya," ujarnya.

Toto melanjutkan,menurut pihak sekolah, total uang sebesar Rp 4.100.000 tersebut yang wajib dibayar saat ini rinciannya adalah Rp 1,5 juta untuk uang bangunan, Rp 900 ribu seragam dan Rp 200 ribu untuk SPP. Sedangkan sisanya harus dicicil selama setahun oleh siswa.

"Kenapa biaya sekolah negeri malah lebih mahal dari swasta. Nah yang aneh kan setiap tahun siswa baru diminta uang bangunan, kok pembangunan enggak ada selesainya dan menjadi beban kami orang rua calon siswa baru. Padahal kan sekolah negeri itu dibangun dan dibiayai pemerintah," katanya. 

Biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua calon siswa baru du SMAN Ciwidey yakni sebesar Rp 3 juta ( tahun lalu Rp 2,5 juta) untuk uang bangunan. Jumah itu belum termasuk uang seragam dan lain sebagainya hingga total uang yang harus dikeluarkan oleh orang tua siswa baru sebesar Rp 4.100.000. Kemudian uang SPP yang semula Rp 150 ribu perbulan, kini naik menjadi Rp 200 ribu perbulan. Hal itu diputuskan sebab sekolah memerlukan dana untuk melakukan pembangunan dan renovasi bangunan seperti untuk ruang BK, laboratorium dan perluasan kantin sekolah.

Tahun ini SMAN Ciwidey menerima 13 rombongan belajar ( rombel) dengan setiap rombel sebanyak 36 orang siswa. Saat ini yang diterima sebanyak 408 orang siswa baru.(Rd Dani R Nugraha).


Editor : Bsafaat