PADes Mengalir dari BUMDes, Desa Astanajapura Salurkan Bansos Rutin Tiap Bulan
Desa Astanajapura Kabupaten Cirebon terus mengalirkan bansos tiap bulan dari anggaran PADes yang disetorkan dari BUMDES
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Desa Astanajapura, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menyalurkan bantuan sosial (bansos) secara rutin setiap bulan kepada warganya.
Program tersebut didanai dari Pendapatan Asli Desa (PADes) yang bersumber dari pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Tanjung Harta Lestari.
Kuwu Astanajapura, M. Jaelani Sidik, mengatakan bansos yang diberikan merupakan hasil dari keuntungan usaha desa yang dikelola secara mandiri, tanpa bergantung pada anggaran lain di luar aset desa.
“Alhamdulillah, dari hasil usaha BUMDes kami bisa menyalurkan bantuan sosial setiap bulan. Ini sudah menjadi program rutin untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Jaelani, Senin 27 April 2026.
Dia menjelaskan, penyaluran bantuan difokuskan kepada kelompok yang selama ini belum banyak tersentuh, seperti guru ngaji dan marbot masjid. Selain itu, santunan juga diberikan kepada puluhan anak yatim di desa tersebut.
Tercatat, sebanyak 35 anak yatim menerima bantuan secara berkala. Pemerintah desa berharap bantuan tersebut dapat membantu kebutuhan pendidikan sekaligus memberikan motivasi bagi mereka.
Tidak hanya itu, bantuan juga disalurkan dalam bentuk kifayah atau biaya hidup bagi warga kurang mampu guna memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Menurut Jaelani, keberhasilan program sosial tersebut tidak lepas dari kinerja BUMDes Tanjung Harta Lestari yang terus mengembangkan usaha di berbagai sektor. Saat ini, dua sektor utama yang menjadi penyumbang terbesar PADes adalah pengelolaan limbah dan pertanian.
“Kami mengelola kerja sama pengolahan limbah industri dan juga mengembangkan pertanian bawang merah. Hasilnya masuk ke kas desa dan kami kembalikan lagi untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Dia menambahkan, selain untuk bantuan sosial, dana PADes juga dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur desa, seperti perbaikan jalan, saluran air, serta sarana ibadah dan fasilitas umum lainnya.
"Pemerintah desa juga menyiapkan anggaran untuk memperkuat kelembagaan desa agar pengelolaan program dapat berjalan lebih profesional dan berkelanjutan," tukasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
