Bikin Warga Cugenang Geger, Begini Pengakuan Ketua BUMDes Pakai Dana Desa untuk Investasi Pribadi dan Bangun Kandang Ayam
Dana yang dicairkan sejak Agustus itu dipertanyakan karena tidak ada program yang berjalan, sementara hasil pemeriksaan rekening koran menunjukkan sisa uang hanya Rp272.000.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Dugaan penyalahgunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Benjot, Kecamatan Cugenang, mencuat setelah warga menyoroti kejanggalan dalam pengelolaan anggaran senilai Rp204 juta.
dana yang dicairkan sejak Agustus itu dipertanyakan karena tidak ada program yang berjalan, sementara hasil pemeriksaan rekening koran menunjukkan sisa uang hanya Rp272.000.
Fesi Syarchosi, Ketua BUMDes yang juga dikenal sebagai tokoh agama, akhirnya mengakui bahwa sekitar Rp180 juta telah digunakan untuk investasi saham miliknya secara pribadi.
Selain itu, sebagian kecil dana dipakai untuk membangun kandang ayam yang baru selesai sekitar 60 persen.
“Saya akui salah. Awalnya saya tidak tahu ternyata seperti ini tidak diperbolehkan. Saya anggap ini sebagai pelajaran berharga agar ke depan bisa lebih baik,” ujar Fesi dalam video yang viral di media sosial.
Kapolsek Cugenang disebut sempat mengusulkan agar Fesi diamankan selama 24 jam, namun warga menolak penahanan tersebut lantaran mempertimbangkan statusnya sebagai tokoh masyarakat.
Meski begitu, forum audiensi bersama warga memutuskan untuk memberi batas waktu hingga 20 Desember 2025 bagi Fesi untuk mengembalikan dana Rp180 juta yang telah digunakan.
Sebagai jaminan, Fesi menyerahkan sertifikat tanahnya. Warga dan aparat desa menegaskan bahwa dana BUMDes tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi dalam bentuk apa pun, dan pelanggaran serupa harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola BUMDes di wilayah tersebut.
Editor : Firda Rachmawati


