PPPI Kembali Tagih Janji Kejati Jabar Terkait Kasus Tuper DPRD Indramayu

PPI kembali menggelar aksi damai di Kejati Jabar menagih janji penangan kasus dugaan korupsi dana tunjangan perumahan DPRD Indramayu

PPPI Kembali Tagih Janji Kejati Jabar Terkait Kasus Tuper DPRD Indramayu
Massa PPI kembali mempertanyakan kasus dugaaan korupsi dana Tuper DPRD Indramayu ke Kajati Jabar, Jumat (24/4/2026).

INILAHKORAN.ID - Pemuda Peduli Perubahan Indramayu (PPI) menolak lupa, dan kembali mempertanyakan dugaan korupsi dana tunjangan perumahan DPRD Indramayu ke Kejati Jabar, Jumat (24/4/2026). 

Dalam aksi yang diikuti hampir 100 orang massa itu, PPPI mendesak Kejati Jabar agar segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Tuntutan ini mengingat sudah dinaikkannya status dari penyelidikan ke tahap penyidikan sebagaimana pernyataan dari Kasi Penkum Kejati Jabar Sri Nurcahyawijaya kepada publik, pada tangtal 11/08/2025 lalu.

Dalam kasus tersebut nama Wakil Bupati Indramayu H.Syaefudin menjadi sorotan utama massa aksi. Bukan tanpa alasan, hal itu mengingat ditahun 2022-2023 sosok tersebut menduduki kursi empuk Ketua DPRD Indramayu.

Ditengah orasinya, PPPI juga menyebut nama lain yang disinyalir bagian dari aktor dalam skandal tersebut. Seorang anggota DPRD Indramayu aktif, Muhaemin, yang merupakan Ketua Fraksi Golkar, disebut-sebut bagian yang terlibat secara langsung atas kasus itu.

Kurang lebih satu jam aksi berlangsung, pihak Kejati Jabar mengajak PPPI untuk audiensi. Tuntutan masa aksi didengar dan direspon secara langsung. Diharapkan, kasus tersebut ditindak lanjuti sampai tuntas tanpa menyisakan sisa sedikitpun.

Ketua PPPI Niken Haryanto menegaskan, pihaknya akan terus menunggu hasil keputusan dari Kejati Jabar, dalam waktu satu bulan untuk menetapkan tersangka kasus dugaan kasus korupsi dana Tuper DPRD Indramayu tahun anggaran 2022-2023.

"Jika dalam satu bulan belum ada kejelasan, kami akan melakukan aksi yang lebih besar," kata Niken.
PPI akan terus mengawal kasus dugaan korupsi dana Tuper DPRD Indramayu tersebut sampai tuntas dab bahkan hingga tahap persidangan di pengadilan. Menurutnya, persoalan ini patut untuk dikawal secara serius demi terwujudnya pemberantasan korupsi di Indonesia khususnya kota kelahirannya.

Menanggapi desakan PPPI, Kasi Penkum Kejati Jabar Sri Nurcahyawijaya, aksi PPI ini merupakan suatu kontrol sosial bagi pihaknya dalam menangani perkara dugaan korupsi dana Tuper DPRD Indramayu.

Namun demikian, penanganan tersebut, kata dia, masih dalam proses penyidikan. Ia juga berharap kepada tim penyidik Kejati Jabar agar bekerja secara maksimal sehingga dalam satu bulan pun kasus Tuper DPRD Indramayu tersebut bisa ada titik terang.

"Prosesnya masih dalam penyidikan, kalau secara pribadi saya optimis bisa dalam satu bulan," katanya.

Sekadar informasi, dugaan korupsi dana Tuper DPRD Indramayu tahun anggaran 2022-2023 tersebut disuarakan oleh PPPI berdasarkan data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI, dimana ditemukan adanya kejanggalan dalam proses pemberian tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD Indramayu.

Pemeriksaan tersebut mengungkap perhitungan tunjangan dilakukan dengan prosedur yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan, tanpa dasar hukum yang sah, serta tidak memenuhi prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Kasus tersebut terjadi di tahun 2022, di era H. Syaefudin menjadi Ketua DPRD Kabupaten Indramayu.

Saat ini, H. Syaefudin yang menjadi Ketua DPRD Indramayu periode 2019-2024, sudah memegang jabatan baru sebagai Wakil Bupati Indramayu mendampingi Bupati Lucky Hakim.


Editor : Ahmad Sayuti