Pakar Sebut Kasus Arteria Dahla Tidak Mempengaruhi Elektabilitas PDIP

Pengamat politik asal Unpad menyebutkan jika kasus yangmenjerat Arteria Dahlan tidak akan berpengaruh terhadap elektabilitas PDIP.

Pakar Sebut Kasus Arteria Dahla Tidak Mempengaruhi Elektabilitas PDIP
Pengamat menyatakan kasus yang menimpa Arteria Dahlan tidak berpengaruh terhadap elektabilitas PDIP.

 


INILAHKORAN, Bandung - Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Firman Manan mengatakan kasus yang menimpa politisi Atteria Dahlan terkait pernyataannya yang mempermasalahkan Bahasa Sunda tak akan mempengaruhi elektabilitas partai politik tempat bernaung Arteria, yakni PDI Perjuangan.

"Tapi tadi saya katakan, saya sih tidak melihat kalau kasus Arteria Dahlan ini bisa menurunkan elektabilitas PDIP," kata Firman Manan seusai pemaparan hasil survei Kontestasi Politik 2024, di Kota Bandung, Senin 31 Januari 2022 sebagaimana dikutip dari Antara.

Firman yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC) mengatakan PDIP menempati peringkat teratas tingkat elektabilitas partai politik di Jawa Barat (12,9 persen). Makanya apa yang menimpa Arteria Dahlan efeknya tidak signifikan terhadap elektabilitas partai.

Baca Juga: Ratusan Sepeda Motor Berknalpot Bising Diamankan Polres Majalengka

Kemudian disusul oleh Partai Gerindra (12,3 persen), lalu Partai Golkar (9,9 persen), PKS (7,3 persen), Partai Demokrat (3,6 persen) dan PKB (2,7 persen).

"Sebetulnya hasil survei ini, kan dilakukan sebelum ada kasus Arteria Dahlan. Tapi kalau kita mau dicek pengaruhnya maka itu harus ada survei," kata dia.

Menurut Firman, ada sejumlah hal yang membuat kasus Arteria Dahlan tak berdampak signifikan terhadap elektabilitas PDI Perjuangan.

Baca Juga: Saat Orasi Berani Mati, Eh Pasca Kerusuhan Anggota Ormas GMBI Ini Malah Menyerahkan Diri

"Yang pertama ialah karena Arteria Dahlan itu bukan elite PDIP, tapi kalau misalnya yang bicara itu sekelas ketum sekjen atau elite strategis maka akan lain dampaknya nanti. Dan saya menilai Arteria Dahlan bukan elite stategis di PDI Perjuangan," kata dia.

Alasan lain ialah, lanjut Firman, ialah karena Arteria Dahlan tidak dalam posisi untuk kemudian didorong oleh PDIP menjadi caleg atau menempati posisi atau jabatan staregis di Jawa Barat.

"Karena kalau pun kita bicara plihan partai. Tadi dijelaskan temuan partai bahwa party-id (identification) di Jawa Barat itu rendah dan 80 persen orang memilih bukan karena kedekatan dengan partai namun karena faktor figur," kata dia.

Baca Juga: Sebanyak 4 Siswa SMPN 1 Kota Cirebon Positif Covid-19, 3 Ruang Kelas Ditutup Sementara

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat terkait pernyataannya saat Raker Komisi III DPR dengan Kejaksaan Agung beberapa hari lalu. (*)

 


Editor : inilahkoran