Palalangon Park Menyedot Ribuan Wisatawan ke Bandung Selatan

Objek wisata Palalangon park di Desa Cibodas Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, menjadi magnet baru bagi para wisatawan yang berlibur ke kawasan wisata Bandung Selatan. Daya tarik pemandangan alam objek wisata yang dibuka pada Agustus 2018 itu manyedot perhatian ribuan orang pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Nusantara. 

Palalangon Park Menyedot Ribuan Wisatawan ke Bandung Selatan
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Objek wisata Palalangon park di Desa Cibodas Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, menjadi magnet baru bagi para wisatawan yang berlibur ke kawasan wisata Bandung Selatan. Daya tarik pemandangan alam objek wisata yang dibuka pada Agustus 2018 itu manyedot perhatian ribuan orang pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Nusantara. 

Memang dataran tinggi di kawasan Bandung Selatan selalu menawarkan keindahan dan keelokan alam. Begitu juga dengan objek wisata alam Palalangon yang berada diatas ketinggian 7000 mdpl di Kampung Leuwiliang. Hijaunya rumput di hamparan taman yang berundak hingga puncak bukit, menjadi tantangan dan  kesenangan tersendiri bagi pengunjung yang datang ke tempat ini. Betapa tidak, sampainya dipuncak bukit, hijaunya hamparan pepohonan hutan menyejukan pandangan mata. 

Di tempat seluas kurang lebih 30 hektar tersebut, juga menjadi tempat wisata favorit kaum milenial. Betapa tidak, mereka bisa berswapoto diatas sebuah perahu, balon udara dan beberapa spot swapoto lainnya dari atas ketinggian puncak bukit dengan latar belakang alam yang menakjudkan. Setelah puas berpoto di puncak bukit, pengunjung bisa duduk duduk sambil bercengkrama, makan dan minum di beberapa tempat duduk yang tersedia di puncak bukit tersebut sambil menyaksikan matahari tenggelam.

"Setelah masuk dari tempat tiket kita jalan ke atas puncak bukit sampai berkeringat kecapean. Tapi setelah sampai diatas sumpah enggak nyesel jauh jauh dari Jakarta kesini. Tempatnya sejuk indah dan keren buat liburan, spot potonya juga bagus bagus iconik banget," kata Amelia (25) salah seorang pengunjung asal Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Selain terdapat taman dan spot poto, di Palalangon park ini pengunjung bisa berenang menikmati dingin dan segarnya air pegunungan di kolam renang yang ada di tempat itu. Selain ramai dikunjungi oleh wisatwan yang hanya datang pada hari itu saja, objek wisata alam Palalangon juga menyediakan beberapa resort atau penginapan untuk pengunjungnya. Bagi pengunjung yang ingin lebih menyatu dengan alam, penginapan di tempat ini bisa menjadi pilihan, sebab berada di kawasan taman hijau yang ditanaman berbagai jenis pepohonan, bahkan langsung berbatasan dengan hutan yang masih alami.

"Untuk menghilangkan jenuh beraktivitas di kota metropolitan. Suasana alam dan indahnya pemandangan disini bisa jadi pilihan tepat, kami sekeluarga datang kesini pengen melepas penat sekaligus anak anak lagi liburan sekolah," ujar Amelia. 

Pemilik objek wisata alam Palalangon, Imam Hermanto menerangkan, tempat ini dibangun dan dibuka untuk umum pada Agustus 2018 lalu. Tujuan awalnya, ia ingin memfasilitasi masyarakat sekitar untuk bisa berlibur menikmati pemandangan alam dengan biaya yang terjangkau namun tetap memuaskan. Tak hanya itu saja, taman seluas 30 hektar ini juga sebagai tempat edukasi mengenai keberagaman tanaman atau pepohonan yang ada di Pulau Jawa dan tempat lainnya di Indonesia.

"Awalnya sih saya ingin memberikan hiburan atau menyediakan tempat untuk masyarakat supaya enggak disebut kurang piknik yah. Makanya tarif masuknya terjangkau oleh semua kalangan, dan setelah didam silakan nikmati semua fasilitas yang ada di tempat ini, makanya pengunjung juga datang bersantai dan bawa bekal makanan sendiri," kata Imam. 

Menurut Imam, animo masyarakat untuk berlibur ketempat itu ternayata cukup tinggi. Apalagi saat kemarin libur lebaran, pengunjung yang datang perharinya rata rata 4000 an orang. Bahkan, pada saat hari lebaran pun tempat ini dikunjungi oleh kurang lebih 5000 orang wisatawan.

"Saya juga enggak menyangka akan seramai ini. Kemarin saat hari lebaran juga rencananya kami libur tapi diluar pengunjung sudah membludak, karena kasihan sudah datang jauh jauh akhirnya kami buka juga," katanya.

Imam melanjutkan, dari luas 30 hektar lahan miliknya itu, sebenarnya baru sekitar 11 hektar yang telah dimanfaatkan sebagai objek wisata alam taman Palalangonan dan juga beberapa penginapan. Sampai dengan saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan dengan menambah beberapa wahana lainnya, termasuk membangun air terjun buatan yang masih berada di dalam komplek objek wisata Palalangon.

"Masih pengembangan penambahan beberapa wahana lagi. Kemudian kami juga terus menamam berbagai jenis pohon endemik Pulau Jawa dan lainnya, tujuannya akan generasi muda kita tahu apa saja pepohonan yang ada di daerahnya. Makanya tempat kami ini juga mendirikan bangunan dengan tetap memerhatikan kelestarian alam dan juga ekosistem di dalamnya," ujarnya. (Dani Nugraha)


Editor : Doni Ramdhani