PAN Jabar Lawan Spanduk Jadi-jadian

Soliditas Partai Amanat Nasional sedang diuji. Di sejumlah daerah, dukungan mereka terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno digerogoti. Di Jawa Barat, spanduk liar pun bertebaran. Tapi, DPW PAN Jabar me

PAN Jabar Lawan Spanduk Jadi-jadian
INILAH, Bandung - Soliditas Partai Amanat Nasional sedang diuji. Di sejumlah daerah, dukungan mereka terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno digerogoti. Di Jawa Barat, spanduk liar pun bertebaran. Tapi, DPW PAN Jabar menyatakan solid.
 
Spanduk-spanduk liar itu cukup mengganggu PAN. Itu sebabnya, mereka pun membuat pernyataan sikap soliditas dukungan partai itu. Tak hanya DPW, pernyataan sikap itu diikuti pula oleh 27 DPD PAN se-Jabar di Kota Bandung, Selasa (18/12/2018).
 
Pernyataan sikap ini menyusul banyaknya spanduk liar yang  mengatasnamakan PAN menolak dukungan kepada pasangan capres nomor dua tersebut. Spanduk liar itu, khususnya bertebaran di Kabupaten Bekasi dan Kota Bogor pada satu pekan terakhir. Salah satu spanduknya bertuliskan 'Demi Kemanusiaan Kami Kader PAN Menolak Dipaksa Pilih Capres Pelanggar HAM'. 
 
Ketua DPW PAN Jabar Najib Qudrotulloh menepis isu adanya perpecahan di partainya. Menurut dia, tulisan pada spanduk tersebut sangat tendensius dan seolah-olah ada kader PAN yang tidak sepaham dengan keputusan Rakernas.
 
"Hari ini kami merespon hal tersebut dengan mengumpulkan seluruh jajaran DPD se-Jawa Barat untuk melakukan pernyataan sikap sekaligus mencounter isu," ujar Najib.
 
Dia menegaskan, pihaknya tetap solid mendukung Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia selanjutnya. Mengenai adanya spanduk tersebut, dia sudah meminta para kadernya untuk melaporkan kepada Badan Pengawa Pemilu (Bawaslu) dan Kepolisian. Najib berharap bisa segera diusut tuntas, sebab dalam spanduk tersebut terdapat logo partai PAN. 
 
"Karena ini cukup meresahkan bagi kami, bagi kader kami, termasuk para simpatisan. Karena itu dibuat dengan grafis format yang sama, ukuran yang sama. Spanduk itu tentu ada yang membuatnya, ada yang membiayainya," paparnya.
 
Dia mengaku baru mendapatkan laporan tersebut pada Jumat (14/12) lalu, dimulai di Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya ada kader yang melaporkan juga di Kota Bogor.
 
"Sekaligus dalam menyatakan sikap hari ini bila memang ada kader yang tidak setuju dengan hasil rakernas, silahkan mundur dari kader. Tapi sejauh ini kami belum menemukan hal tersebut," tegasnya.
 
Meski begitu, Najib ogah menduga-duga pihak mana yang menggagas spanduk tersebut. Dia katakan, bisa saja dari pihak internal maupun eksternal. Namun, dia sampaikan, memang seolah ada pergerakan sistematis yang dialamatian kepada PAN, beberapa waktu terakhir. Itu seperti yang terjadi di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan.
 
"Indikasinya, kejadian itu secara beruntun. Ada yang memang mantan mantan kader. Kalau yang di Sumsel itu mantan kader. Kader yang sudah lama tidak aktif itu melakukan seolah olah deklarasi, bahwa mereka mewakilkan institusi," paparnya.
 
Namun dia bersyukur, dengan adanya kejadian tersebut jutsru membuat pihaknya semakin solid. Mereka memiliki semangat besar untuk menyokong Prabowo-Sandi.
 
"Kalau (suara) secara konkrit kami itu bukan peramal, tetapi dalam skema perkiraan tentu ada. Mudah mudahan kita bisa selisih (perbandingan suara) 10 persen di atas pasangan lainnya," pungkasnya.


Editor : inilahkoran