Panduan Lengkap Memilih dan Mengolah Makanan Kaleng Agar Tetap Sehat dan Aman
Makanan kaleng memang praktis dan punya masa simpan yang lama. Namun, bukan berarti kita bisa mengonsumsinya tanpa pertimbangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Makanan Kaleng memang praktis dan punya masa simpan yang lama. Namun, bukan berarti kita bisa mengonsumsinya tanpa pertimbangan.
Untuk menjaga kesehatan dan menghindari risiko makanan basi atau bahkan beracun, berikut beberapa tips yang perlu Anda ingat:
- Pilih Kaleng yang Berkualitas:
- Cek Kemasan: Pastikan kaleng tidak penyok, berkarat, atau menggembung. Kerusakan pada kemasan bisa menjadi indikasi adanya kontaminasi.
- Perhatikan Label: Baca label dengan teliti. Cek tanggal kedaluwarsa, kandungan nutrisi, dan bahan-bahan yang digunakan. Pilih produk dengan kandungan garam dan gula yang rendah.
- Pilih Merek Terpercaya: Merek yang sudah ternama umumnya memiliki kontrol kualitas yang lebih baik.
- Penyimpanan yang Benar:
- Tempat Kering dan Sejuk: Simpan Makanan Kaleng di tempat yang kering dan sejuk, jauh dari sinar matahari langsung.
- Jangan Disimpan di Dekat Kompor: Panas dari kompor bisa mempercepat proses oksidasi pada Makanan Kaleng.
- Cara Mengolah yang Aman:
- Cuci Kaleng Sebelum Dibuka: Cuci kaleng dengan air bersih dan sabun untuk menghilangkan kotoran yang mungkin menempel.
- Pindahkan ke Wadah Lain: Setelah dibuka, pindahkan isi kaleng ke wadah bersih dan tertutup rapat. Hindari menggunakan wadah yang terbuat dari logam karena bisa bereaksi dengan asam dalam makanan.
- Masak Kembali: Sebaiknya masak kembali Makanan Kaleng, terutama jika akan dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Pemanasan akan membunuh bakteri yang mungkin tumbuh.
- Jangan Konsumsi Cairan Kaleng: Cairan kaleng seringkali mengandung banyak sodium. Buang cairan kaleng dan ganti dengan air kaldu atau saus yang lebih Sehat.
- Perhatikan Tanda-Tanda Makanan Rusak:
- Bau Aneh: Jika Makanan Kaleng mengeluarkan bau yang tidak sedap, segera buang.
- Ubah Warna: Perubahan warna yang signifikan bisa menjadi tanda bahwa makanan sudah tidak layak konsumsi.
- Tekstur Berubah: Jika tekstur makanan menjadi lembek atau berlendir, sebaiknya jangan dikonsumsi.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

