Panggung Sunyi Bandung Zoo: Kisah Wayang yang Terhenti

Bandung Zoo, kebun binatang yang telah berdiri sejak era kolonial, kini sepi bak panggung kosong. Tirai pertunjukan tertutup, gamelan berhenti berdentang, dan lakon tak lagi bergerak, seolah kisah pewayangan yang terhenti di tengah adegan, meninggalkan para tokohnya dalam ketidakpastian.

Panggung Sunyi Bandung Zoo: Kisah Wayang yang Terhenti
Suasana Kebun Binatang Bandung sebelum ditutup. (Dok InilahKoran)

INILAHKORAN.ID – Bandung Zoo, kebun binatang yang telah berdiri sejak era kolonial, kini sepi bak panggung kosong. Tirai pertunjukan tertutup, seperti kisah pewayangan yang terhenti di tengah adegan, meninggalkan para tokohnya dalam ketidakpastian.

Konflik internal pengelolaan menjadi akar masalah. Dualisme klaim manajemen membuat izin operasional menggantung. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat pun memutuskan menutup Bandung Zoo demi alasan keamanan dan kesejahteraan satwa.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan sikap pemerintah kota. Menurut dia, Bandung Zoo tidak bisa dibuka selama konflik pengelolaan belum selesai. "Legalitas harus jelas agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar,” ujarnya. 

Datangi BBKSDA

Penutupan yang berlarut justru memunculkan persoalan baru: nasib ratusan karyawan dan ratusan satwa. Saat keresahan pecah, puluhan pekerja mendatangi BBKSDA Jabar untuk menyuarakan aspirasi pembukaan kembali kebun binatang pada Kamis (18/12).

“Kami menyampaikan aspirasi agar Bandung Zoo bisa kembali dibuka secara normal. Pengunjung bisa masuk, melihat satwa, dan memanfaatkan fasilitas dengan tiket seperti biasa,” kata Sulhan Syafi’i, Manager Komunikasi Pemasaran Bandung Zoo.

Dampak penutupan bukan hanya dirasakan internal pengelola, tetapi juga mengguncang mata pencaharian sekitar seratus pedagang di kawasan sekitar. “Sudah lebih dari empat bulan para pedagang terdampak. Ini bukan hanya soal satwa, tapi soal kehidupan banyak orang,” ujarnya.

Dari pertemuan itu, Kepala BBKSDA Jabar berjanji membawa aspirasi pekerja ke tingkat pusat. Tak hanya itu, BBKSDA juga mengambil alih tanggung jawab penyediaan pakan untuk memastikan kebutuhan satwa terpenuhi secara berkelanjutan.

“Terkait pakan, sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu. Selanjutnya, insya Allah akan kami tangani mulai Jumat,” jelasnya.

Awal Kasus

Sejak berdiri pada 1933, Bandung Zoo sejatinya adalah ruang hidup satwa sekaligus tempat edukasi publik tentang alam dan fauna Indonesia. Namun, sejak tahun 2025, suasana di balik gerbang itu berubah menjadi panggung konflik berkepanjangan.

Konflik bermula dari dualisme manajemen internal Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), organisasi yang mengelola kebun binatang tersebut. Dua kubu saling mengklaim sebagai pihak sah yang berhak mengelola Bandung Zoo, memicu sengketa administratif dan hukum.

Pada 3 Juli 2025, akibat pertikaian ini, operasional kebun binatang ditutup sementara untuk mencegah dampak langsung terhadap pengunjung dan satwa. 

Upaya mediasi dan penyelesaian konflik tidak berjalan mulus. Pemerintah Kota Bandung menegaskan kebun binatang tidak akan dibuka kembali selama konflik internal belum terselesaikan secara hukum.

Puncaknya, pada 6 Agustus 2025, pemerintah bersama aparat penegak hukum memasang garis polisi di area Bandung Zoo, membatasi akses masuk bagi umum, dan memutuskan penutupan sementara sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan. ***


Editor : Gin gin T Ginulur