Panpelnas Liga Sepakbola Putri U-17 Siap Sukseskan Final Piala Menpora  

Babak final nasional Piala Menpora Liga Sepakbola Putri U-17 2019 akan digelar di Bandung, tepatnya pada 5-8 Agustus mendatang.

Panpelnas Liga Sepakbola Putri U-17 Siap Sukseskan Final Piala Menpora  
Babak final nasional Piala Menpora Liga Sepakbola Putri U-17 2019 akan digelar di Bandung, tepatnya pada 5-8 Agustus mendatang.

INILAH, Bandung - Babak final nasional Piala Menpora Liga Sepakbola Putri U-17 2019 akan digelar di Bandung, tepatnya pada 5-8 Agustus mendatang.

 

Pada fase ini, 32 tim perwakilan dari 34 provinsi bermain di empat lapang berbeda yakni di Mini Stadion Armed Cimahi, Mini Stadion Brigif Cimahi, PUSDIKPOM Cimahi, dan PUSDIKJAS Cimahi.

 

Sementara babak grand final Piala Menpora Liga Sepakbola Putri U-17 2019, dilaksanakan pada 9 Agustus dengan mengambil tempat di Lapangan SOR Arcamanik, Kota Bandung.

 

“Untuk babak final nasional, kita bagi ke dalam delapan grup dimana dalam satu hari setiap tim akan bermain sebanyak dua kali. Setelahnya, tim pemenang akan bermain di SOR Arcamanik,” kata Ketua Panitia pelaksana nasional Piala Menpora Liga Sepakbola Putri U-17 2019, M Alan Wildan Chandra.

 

Sinergitas dan koordinasi terkait agenda tersebut, dituturkan dia telah dilaksanakan dengan baik. Pihaknya telah melakukan komunikasi, baik bersama Asprov dan PSSI Jawa Barat.

 

“Waktu persiapan kita memang sangat pendek mulai dari penyisihan grup sampai tahap final nasional, dan memang ada beberapa kendala sebetulnya seperti perizinan, dan lainnya yang baru selesai di minggu kemarin. Tapi kita optimis bahwa perhelatan ini akan sukses,” ucapnya.

 

Ketua Umum Ormas Agotax 1968 ini pun berharap, gelaran Piala Menpora Liga Sepakbola Putri U-17 2019 dapat meningkatkan minat putri pada olahraga sepakbola.

 

“Di tahun ke dua, mungkin ada target berbeda. Tapi di tahun ini, ada saja dulu (kompetisi) untuk menarik animo masyarakat bahwa sepakbola putri itu ada. Karena memang di tahun ini, Kemenpora ingin memasyarakatkan dahulu sepakbola putri di seluruh pelosok tanah air,” ujar dia.

 

Terlepas itu, Alan mengaku telah fokus kepada persoalan di Provinsi Aceh terkait adanya penolakan olahraga sepakbola khusus putri yang diselenggarakan pemerintah.

 

Penolakan itu, dituturkan dia datang bukan dari pemerintah, melainkan dari Organisasi kemasyarakatan dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang menilai bertentangan dengan adat kebiasaan.

 

“Setelah saya cek, ada dua sekitar tiga ormas dan lsm yang keberatan karena terkait adat dan kebiasaan mereka. Tapi dari panpel kita di Aceh, sudah mengkonfirmasi  bahwa ini tidak ada masalah karena izin dari kepolisian dan pemerintah daerah tidak ada masalah,” ucapnya.

 

Bahkan kabar terbaru menyebut bahwa Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh akan  tetap memberangkatkan tim yang menjadi perwakilannya ke Bandung.

 
“Kalau memang ini tetap bergulir, dan dijadikan isu Aceh secara keseluruhan, saya selaku Ketua Panpelnas dan sebagai Ketua Umum Ormas Agotax, siap berangkat ke Aceh sesuai arahan dari Kemenpora untuk bertemu dengan pihak-pihak yang tidak menyetujui,” tegas Alan. (Yogo Triastopo)


Editor : JakaPermana