Pantai Pangandaran Masih Jadi Favorit Berlibur di Lebaran 2025

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Iendra Sofyan mengungkapkan, Pantai Pangandaran masih menjadi favorit berlibur masyarakat pada Lebaran 2025.

Pantai Pangandaran Masih Jadi Favorit Berlibur di Lebaran 2025
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Iendra Sofyan mengungkapkan, Pantai Pangandaran masih menjadi favorit berlibur masyarakat pada Lebaran 2025.

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Iendra Sofyan mengungkapkan, Pantai Pangandaran masih menjadi favorit berlibur masyarakat pada Lebaran 2025.

Iendra mengatakan, sejak hari pertama Lebaran, Pantai Pangandaran telah dipadati para wisatawan lokal.

Berdasarkan catatan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, lonjakan wisatawan ke objek wisata di Pangandaran mulai terjadi dari Rabu 2 April 2025 lalu.

"Terjadi lonjakan kunjungan di daya tarik wisata Pantai Pangandaran mencapai 46.675 pengunjung dan di Pantai Batu Karas mencapai 11.309 Pengunjung," ujar Kepala Disparbud Provinsi Jabar, Iendra Sofyan, Sabtu 5 April 2025.

Pengunjung berdatangan ke wilayah Pangandaran sejak pagi hingga malam hari. Iendra mengungkapkan, kehadiran masyarakat tersebut juga berdampak positif kepada tingkat keterisian hotel.

"Lonjakan pengunjung dimulai pada sekitar waktu subuh hingga magrib. Berdasarkan dari data occupancy hotel, diperkirakan lonjakan pengunjung akan terus terjadi hingga hari minggu 6 April 2025," ucapnya.

Kendati demikian, Iendra tidak menampik, kepadatan wisatawan di wilayah Pangandaran membuat kemacetan di wilayah pusat oleh-oleh dan akses masuk pantai. Selain itu, jaringan internet juga mengalami kendala. 

"Kendala yang dialami saat terjadi lonjakan pengunjung yaitu, terjadi penumpukan antrian di gerbang masuk, turunnya kekuatan sinyal internet sehingga digital payment terhambat dan menambah antrian masuk kendaraan," jelasnya.

Iendra menambahkan, armada angkutan rescue laka laut masih minim dan juga dengan banyaknya kunjungan wisatawan, berdampak dengan meningkatnya produksi sampah. 

"Melonjaknya timbulan sampah yang berasal dari pengunjung, dan Padatnya kendaraan di amenitas parkir," ucapnya.

Pemerintah Provinsi kata dia, sudah berkoordinasi dengan Pemkab Pangandaran untuk melakukan antisipasi, di mana petugas retribusi melakukan buka tutup pintu masuk dalam upaya pengontrolan kepadatan pengunjung. 

DLH Pangandaran juga telah mengerahkan seluruh armada angkutan sampah untuk menangani timbunan sampah.

"Dilakukan pemberhentian angkutan dari Stasiun Banjar ke Pangandaran dikarenakan terjadi penolakan dari masyarakat sekitar padahal antusisasme kunjungan pengguna angkutan kereta dari Stasiun Banjar ke Pangandaran cukup tinggi," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana