Para Ortu Siswa SMAN 19 Ikut Mepertanyakan Pungutan Rp50 Ribu

Tak hanya ratusan siswa dan siswi, para orang tua pun menuntut kejelasan pungutan Rp50 Ribu yang dilakukan pihak SMA 19 Bandung.

Para Ortu Siswa SMAN 19 Ikut Mepertanyakan Pungutan Rp50 Ribu
Para orang tua Siswa SMA 19 mempertanyakan pungutan Rp50 ribu yang dilakukan pihak sekolah
INILAH, Bandung- Tak hanya ratusan siswa dan siswi, para orang tua pun menuntut kejelasan pungutan Rp50 Ribu yang dilakukan pihak SMA 19 Bandung.
 
Salah seorang guru, Wewen mengungkapkan dana sebesar Rp50 ribu tersebut merupakan program edubox. Diantaranya terdapat layanan wifi untuk para siswa.
 
Sayangnya belakangan, lanjut Wewen, wifi bagi para siswa itu sering mati di kelas. Selain itu,  bank soal yang harusnya membantu para guru dan siswa tidak berjalan dengan baik.
 
"Para guru tidak dilibatkan dalam program edubox ini untuk anggarannya ke siswa, yang saya tahu pungutannya sudah berjalan dari juli 2018, tetapi eduboxnya sendiri ada pada oktober 2018," katanya.
 
Sementara itu Alisius, salah satu orang tua siswa, mendengar dari anaknya bahwa program ini mungkin hanya 20 persen berjalan optimal.
 
"Yang anehnya, orang tua siswa ditarik biaya 50 ribu dari bulan juli, tetapi oktober baru terpasang," ucapnya.
 
Sebagai orang tua siswa, Alisius merasa edubox akan membantu siswa dalam kegiatan belajar, serta membantu para guru. Hanya saja jika setiap bulan dipungut biaya, namun tidak berjalan dengan semestinya, merupakan suatu yang aneh.
 
"Edubox ini positif terutama dalam bidang literasi, tapi sudah bayar 50ribu, malah tidak bisa dipergunakan, disayangkan juga siswa yang masuk melalui jalur SKTM ditarik pungutan seperti siswa lainnya," ucap Alisius.


Editor : inilahkoran