INILAHKORAN, Bandung - Menjelang tahun 2022, ada kekhawatiran dari Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia Kota Bandung Yoel Yosaphat.
Dirinya mengkhawatirkan bila ketenagakerjaan Kota Bandung hanya jalan di tempat. Hal ini dikemukakan sehubungan dengan perencanaan APBD Tahun Anggaran 2022.
"Selama pandemi satu setengah tahun ini, banyak perusahaan yang tutup, banyak tenaga kerja yang dirumahkan. Sementara itu, angkatan tenaga kerja baru terus muncul. Sebut saja mereka yang lulus SMA/SMK tahun 2020 dan 2021, banyak yang tidak meneruskan kuliah dan ingin langsung bekerja. Jadi muncul ketidakseimbangan antara lapangan kerja dan angkatan kerja,” jelas Yoel Yosaphat, Kamis 7 Oktober 2021.
Dengan permasalahan ini, jika melihat apa yang dianggarkan dalam APBD 2022, pihaknya belum melihat adanya kesungguhan pemrograman dan penganggaran untuk menyelesaikan masalah ketenagakerjaan.
“Satu-satunya yang terlihat berdampak langsung adalah Program Penempatan Tenaga Kerja dengan anggaran Rp 4,75 miliar, berupa Perluasan Kesempatan Kerja,” ujar anggota Komisi D DPRD Kota Bandung.
Menilai besarnya beban dan masalah ketenagakerjaan, diutarakan Yoel, pihaknya pun meragukan seperti apa efektivitas dari anggaran ini untuk menyelesaikan masalah yang ada.
“Maka, kami sangat khawatir bahwa ketenagakerjaan Kota Bandung hanya jalan di tempat. Penganggaran seperti ini sama saja seperti tahun-tahun sebelum terjadi pandemi,” pungkasnya. *** (okky adiana)