Partisipasi Pemilu di Kabupaten Bandung Ditarget 80 Persen

Pemerintah Kabupaten Bandung berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu 2019 meningkat hingga 80 persen.

Partisipasi Pemilu di Kabupaten Bandung Ditarget 80 Persen
INILAH, Bandung- Pemerintah Kabupaten Bandung berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu 2019 meningkat hingga 80 persen.
 
Sekertaris Daerah ( Sekda) Kabupaten Bandung, Tedy Kusdiana mengatakan, diharapkan partisipasi pemilih pada pemilu 2019 ini bisa meningkat diangka 75 hingga 80 persen.
 
"Mudah mudahan meningkat dari angka Pilgub kemarin," kata Tedy, usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 di Lapangan Upakarti Soreang, Jumat (22/3/2019).
 
Menurut Tedi, menjelang masa kampanye terbuka, ia mengingatkan para caleg dan timses capres dan cawapres untuk tidak menggunakan fasilitas, sarana dan prasaran pemerintah. 
 
"Aturannya sarana dan prasarana yang sifatnya milik pemerintah itu tidak boleh seperti sarana pendidikan. Kecuali lapangan yang terbuka itupun kalau ada," ujarnya.
 
Menurutnya pemerintah bisa saja memberikan izin selama sesuai dengan aturan yang berlaku. Pemkab Bandung berkomitmen untuk menjaga netralitas dan kondusifitas pesta demokrasi 17 April nanti.
 
"Kami mengizinkan sepanjang ketentuannya diperbolehkan, itu milik pemerintah atau bukan. Yang sifatnya pemerintah itu tidak bisa nanti akan ada koordinasi dulu," katanya.
 
Sementara itu, untuk pengamanan pileg dan pilpres 2019, Polres Bandung siapkan 2300 personil TNI dan Polri untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi di Kabupaten Bandung. Hal tersebut disampaikan Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan.
 
"Personil untuk pengamanan pilpres dan pileg ada 1600 dari Polri. Kemudian dibantu 2/3 kekuatan dari dari TNI (Kodim). Dan 1 SSK pasukan Bataliyon, Polda juga menyiapkan 1 SSK jadi sekitar 2.300 personel TNI dan Polri yg menyiapkan pemilu 2019," ujar Indra.
 
Indra melanjutkan, nantinya personil  TNI Polri juga akan dibantu pengamanan dari Pemkab Bandung sebanyak 5000 personil Linmas untuk mengamankan pemilu. 
 
"Nantinya satu orang polisi dapat mengamankan 10 TPS. Nantinya berdampingan dengan TNI dan Linmas dengan jumlah yang lebih banyak lagi," katanya.
 
Selain itu Polres juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk wajib bersama-sama menyukseskan berlangsungnya pemilu di Kabupaten Bandung. 
 
"Poin pentingnya masyarakat tidak mudah terpancing dengan hoaks. Tidak mudah terpecah belah, dan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut sama-sama menyukseskan dan mengamankan  pemilu ini," ujarnya. 
 
Indra melanjutkan Kabupaten Bandung memiliki beberapa kerawanan yang perlu diwaspadai, di antaranya bencana alam banjir, longsor, dan angin puting beliung yang bisa saja sewaktu-waktu terjadi tanpa terprediksi. 
 
"Kerawanan di TPS temasuk keterlambatan logistik pemilu juga bisa jadi kerawanan, namun KPU bisa menagani keterlambatan ini," ucapnya.


Editor : inilahkoran