Parungpanjang, 'Titipan Khusus' Emil untuk Ade-Iwan

Ade Yasin dan Iwan Setiawan resmi dilantik sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bogor. Ada pesan khusus dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Parungpanjang, 'Titipan Khusus' Emil untuk Ade-Iwan
Ridwan Kamil (tengah) saat melantik Ade Yasin (kanan) dan Iwan Setiawan, Minggu (30/12)

INILAH, Bogor- Ade Yasin dan Iwan Setiawan resmi dilantik sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bogor. Ada pesan khusus dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Ade dan Iwan dilantik Emil di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Minggu (30/12/2018). Keduanya resmi memimpin Bumi Tegar Beriman hingga lima tahun ke depan.

Ade dan Iwan meneruskan tongkat kepemimpinan bupati sebelumnya, Nurhayanti, yang jabatannya berakhir 30 Desember 2018.

Uniknya, Emil meminta Ade dan Iwan memperhatikan soal wilayah Kecamatan Parungpanjang, karena tak kunjung menemukan solusi terkait angkuan tambang disana.

Lebih jauh, lelaki yang akrab disapa Emil iu mengungkapkan, Kabupaten Bogor merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Barat dengan 5,71 jiwa penduduk.

Adapun kendala terbesar yaitu melayani penduduk yang besar tersebut. Maka kata dia, keberhasilan program pembangunan di tingkat daerah akan berdampak terhadap keberhasilan di tingkat provinsi.

"Budayakan kerja cerdas dalam mewujudkan target dan program pembangunan daerah serta manfaatkan kemajuan teknologi digital untuk percepatan pembangunan. Mari kita wujudkan bersama Jabar Juara Lahir Batin dengan inovasi," kata dia.
 

Parungpanjang
Secara khusus Emil meminta, agar keduanya segera memberi solusi terkait persoalan jalur tambang di Parungpanjang. Ia menilai, polemik jalur tambang merupakan masalah pelik yang perlu segera ditangani.

"Hakikat pembangunan kan berjenjang masalah di daerah adalah didahulukan dengan pemerintah terdekat. Saya juga bingung Pemkab Bogor kok tidak memberi upaya yang terlihat maksimal. Jadi kebetulan bupatinya baru ya sudah saya titipkan. Jadi kalau Jabar mah Citarum sebuah krisis, nah d sana mah Parungpanjang," ujar Emil.

Ade Yasin sendiri mengatakan, jalur tambang merupakan solusi. Namun, bila menggunakan APBD Kabupaten Bogor dirasa berat sedangan di provinsi sedang dibahas, maka dia akan mencari investor swasta untuk membuat jalan tambang dan para pengusaha tambang di Kabupaten Bogor tidak keberatan bila jalan tersebut berbayar

"Kita harus cepat membuat jalur tambang sehingga tidak bergolak terus, namun tidak dalam 100 hari pertama, karena infrastruktur memerlukan waktu, terlebih jalan tersebut sekitar 18 kilometer dan memerlukan biaya sekitar Rp175 miliar,"katanya.


Editor : inilahkoran