Pasar Setra Batik Trusmi Makin Sepi

Menjelang Lebaran, Pasar Sentra Batik Trusmi yang biasanya dipenuhi pengunjung tampak sepi. Kondisi ini sangat berbeda dengan tradisi sebelumnya, di mana pasar pakaian batik selalu ramai, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pasar Setra Batik Trusmi Makin Sepi
Berdasarkan pantauan, beberapa kios di pasar yang terletak di kawasan pusat batik Cirebon ini tampak kosong. Kondisi Pasar Sentra Batik Trusmi itu lebih terasa di bagian belakang pasar, sementara kios-kios di bagian depan pasar hanya sesekali buka. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Menjelang Lebaran, Pasar Sentra Batik Trusmi yang biasanya dipenuhi pengunjung tampak sepi. Kondisi ini sangat berbeda dengan tradisi sebelumnya, di mana pasar pakaian batik selalu ramai, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Berdasarkan pantauan, beberapa kios di pasar yang terletak di kawasan pusat batik Cirebon ini tampak kosong. Kondisi Pasar Sentra Batik Trusmi itu lebih terasa di bagian belakang pasar, sementara kios-kios di bagian depan pasar hanya sesekali buka.

Hal ini menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan masa-masa awal berdirinya Pasar Sentra Batik Trusmi. Selalu ramai dengan calon pembeli, khususnya yang berburu batik untuk Lebaran.

Fatimah, salah satu pelayan kios di Pasar Sentra Batik Trusmi mengungkapkan, meskipun ada pengunjung yang datang setiap harinya, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

"Setiap hari memang ada pengunjung, tapi jumlahnya tidak seperti biasanya. Bisa dibilang sepi," ujar Fatimah, Rabu 26 Maret 2025.

Menurut Fatimah, biasanya kunjungan ramai terjadi pada akhir pekan. Pengunjungnya biasa datang dari Bandung dan Jakarta. Namun semakin lama, kunjungan tersebut semakin jarang dan nyaris sudah tidak ada lagi. Kondisi tersebut, akhirnya menimbulkan banyak kios yang tidak berani buka, terutama kios yang terletak di bagian belakang pasar.

Anto salah satu pedagang lainnya mengaku,  harga batik di Sentra Batik Trusmi terbilang cukup ekonomis. Harganyapun bervariasi, tergantung jenis dan kualitas batik. Untuk batik kualitas premium, dibandrol dari mulai harga Rp 30 ribu hingga Rp 150 ribu.

"Anehnya, meskipun harga cukup terjangkau, masalah utama yang dihadapi pedagang adalah sepinya jumlah pengunjung. Padahal ini menjelang lebaran. Masalahnya dimana, sampai sekarang kami juga tidak tahu," ungkapnya.

Salah seorang pengunjung bernama Huda, mengaku hanya iseng mampir ke pasar batik. Tujuannya ngabujurit sambil menunggu waktu berbuka puasa. Namun dirinya juga merasa aneh, dengan sepinya kondisi pasar batik.

Menurutnya, jika pengelola pasar lebih kreatif dalam mengadakan berbagai event menarik, Pasar Sentra Batik Trusmi bisa kembali ramai.

"Dengan lokasi yang strategis  dan lahan parkir yang luas, pasar ini sebenarnya memiliki potensi besar. Tinggal pengelolaannya saja yang harus lebih diperhatikan," tukas Huda.


Editor : Doni Ramdhani