Pasien Bayi Ditahan Hingga Meninggal, Pelayanan RSIA Asri Disoal

Pelayanan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Asri Purwakarta, mendapat sorotan dari masyarakat di wilayah itu. Kondisi ini terjadi sesaat setelah mencuatnya postingan di media sosial soal dugaan penelantaran bayi yang merupakan pasein ke RS swasta ini.

Pasien Bayi Ditahan Hingga Meninggal, Pelayanan RSIA Asri Disoal
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta - Pelayanan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Asri Purwakarta, mendapat sorotan dari masyarakat di wilayah itu. Kondisi ini terjadi sesaat setelah mencuatnya postingan di media sosial soal dugaan penelantaran bayi yang merupakan pasein ke RS swasta ini.

Dalam postingan tersebut, seorang bayi dikabarkan meninggal dunia akibat tak ditangani maksimal oleh tim medis di rumah sakit tersebut. Bahkan, bayi malang ini diduga sempat ditahan pihak RS lantaran pihak keluarga belum bisa mengurusi administrasi biaya.

Informasi yang diperoleh, bayi malang berusia tiga hari yang telah diberi nama Wildan Ramadhan itu merupakan anak dari pasangan Encu Samsudin (39) dan Yani Suryani (41) asal Kampung Krajan Desa Babakan Cikao, Kecamatan Babakan Cikao.

Atas kondisi tersebut, sejumlah pihak pun meradang. Termasuk, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di Purwakarta. Mereka menganggap, pelayanan di RSIA Asri ini tak propesional.

Sri Lestari, salah seorang PSM Purwakarta menuturkan, bayi tersebut dilahirkan secara normal di RS tersebut pada Senin (27/5/2019). Bayi malang ini, didiagnosa oleh dokter di RS ini mengalami penyumbatan saluran pernafasan. Sehingga harus segera mendapat perawatan intensif dan harus dirujuk ke RS lain yang memiliki fasilitas PICU/NICU.

"Pihak keluarga yang saat itu kami dampingi, ingin meminta rujukan untuk merawat bayi ini ke RS Siloam," ujar Sri kepada wartawan, Kamis (30/5/2019).

Namun, kata dia, saat itu pihak RSIA Asri malah keberatan memberi surat rujukan dan menahan bayi dengan alasan administrasi perawatan sang bayi yang belum terselesaikan. Padahal, keluarga tersebut tercatat sebagai pemegang BPJS, termasuk sang bayi.

Sri yang saat itu mendampingi pihak keluarga, juga menceritakan kronologinya ditahannya nayi malang ini hingga pada akhirnya bayi itu meninggal dunia.

Sebelumnya, ia diminta untuk membantu orang tua Wildan untuk mencari informasi soal ruangan PICU/NICU di RS lain. Saat itu, RS Siloam menyatakan tersedia. Bahkan dirinya sempat cekcok dengan perawat di RS Asri yang enggan memberikan surat rujukan.

"Saya heran, padahal ibu dan bayi sudah tercover BPJS, tapi ko malah ditahan untuk mendapatkan rujukan, padahal posisinya urgent. Bahkan dokter sudah menganjurkan untuk segera dirujuk, tetapi perawatnya malah menahan dan tidak memberikan surat rujukan," seloroh dia.

Dia menyayangkan sikap dari pihak RSIA Asri. Terlebih, menurutnya, urusan administrasi seharusnya bisa diselesaikan setelah sang bayi telah menempati rumah sakit rujukan. 

"Ini urusan nyawa dan masalah administrasi bisa diselesaikan belakangan, apalagi ibu dan bayinya sudah tercover BPJS," tegas dia. (Asep Mulyana)


Editor : Doni Ramdhani