PDIP Ajak Milenial Tumbuhkan Ideologi Pancasila
Generasi milenial dinilai penting untuk terus menumbuhkan ideologi pancasila yang dibangun oleh Presiden Indonesia pertama Soekarno. Terlebih, mereka adalah penerus bangsa yang bisa diandalkan di kemudian hari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Generasi milenial dinilai penting untuk terus menumbuhkan ideologi pancasila yang dibangun oleh Presiden Indonesia pertama Soekarno. Terlebih, mereka adalah penerus bangsa yang bisa diandalkan di kemudian hari.
DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, mengajak kaum milenial untuk menggelar Sarasehan Milenial yang bertajuk "Kawula Gandroeng Persatoean". Hal tersebut bagian dari peringatan haul Soekarno yang wafat pada 21 Juni 1970 silam.
"Penting untuk mendekatkan dan mengenalkan semangat ideologi Bung Karno, kepada anak-anak muda sebagai pewaris bangsa," ujar Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanuddin di jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, kemarin (21/6) Sore.
TB Hasanuddin menyampaikan, kalangan anak muda atau generasi milenial sangat penting mengagungkan semangat persatuan dan kesatuan. Menurut dia, apabila kebersamaan tersebut tidak dirawat maka akan menimbulkan kerugian yang besar. "Maka cara mensyukurinya, dengan terus merawat persatuan dan kesatuan," katanya
Pada acara yang digelar hingga malam hari ini ditutup dengan acara renungan dan doa bersama untuk memperingati haul Bung Karno yang dihadiri tokoh lintas agama. TB Hasanuddin menilai, hal itu bagian dari penghormatan kepada mendiang yang telah memperjuangkan negeri ini hingga meraih kemerdekaan.
"Saya kira ini cukup menarik untuk kita bahas dan pedomani untuk mengambil intisari perjuangan beliau bahwa kesatuan dan persatuan harga mati," pungkasnya.
Di lokasi yang sama, Anggota DPRD Jabar, Bedi Budiman menuturkan generasi muda memiliki pandangan yang luas. Karena itu, pada kegiatan ini pihaknya mengusung konsep cair dalam memaparkan pemahaman-pemahaman tentang Suekarno kepada mereka.
"Kita ingin mendengarkan pandangan mereka tentang gagasan Bung Karno. Karena sebagai generasi muda mereka harus terlibat," ujar Bedi.
Lebih lanjut, bahwa kontestasi pemilihan presiden RI telah membuat pandangan anak muda terbelah. Bahkan ada kesan pengkotakan kubu di masyarkat. Kegiatan seperti ini, menurutnya dapat mengantisipasi dinamika perpecahan tersebut, khususnya pada kaum muda.
"Diharapkan pandangan yang kemarin sempat terbelah, kita ajak lagi ngumpul dan membahas narasi narasi besar Bung Karno untuk kejayaan NKRI," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rafani Achyar kegiatan ini adalah upaya merefleksikan dan menggali kembali semangat Bung Karno. Menurut dia, ideologi yang telah dibangun oleh tokoh proklamator tersebut seharhanya kembali dihidupkan oleh semua elemen tidak hanya internal PDIP.
"Karena sekarang ini nasionalisme kita sendiri sudah mulai luntur tergerus oleh nilai-nilai lain," ujar Rafani. (Riantonurdiansyah)
Editor : Bsafaat

