PDIP Uji Kelayakan Balon Kepada Daerah di Pilkada Serentak 2020

Dewan Perwakilan Daerah Partai Demorkrasi Indonesia (DPD PDI) Perjuangan Jawa Barat melaksanakan Fit and Proper Test (uji kelayakan) kepada Bakal Calon Kepala Daerah, di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Bandung, Sabtu (28/9/2019).

PDIP Uji Kelayakan Balon Kepada Daerah di Pilkada Serentak 2020
(Foto: Okky Adiana)

INILAH, Bandung - Dewan Perwakilan Daerah Partai Demorkrasi Indonesia (DPD PDI) Perjuangan Jawa Barat melaksanakan Fit and Proper Test (uji kelayakan) kepada Bakal Calon Kepala Daerah, di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Bandung, Sabtu (28/9/2019).

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak setelah penjaringan melalui pintu DPD ditutup 27 September 2019 tepat pukul 24.00 WIB.

Sebanyak Bakal Calon Kepala Daerah di 8 (delapan) kabupaten/kota yaitu Bandung, seperti Bandung, Indramayu, Karawang, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Pangandaran dan Kota Depok melalui Pintu DPC dari tanggal 1 sampai 20 September 2019 dan Pintu DPD dari tanggal 21 sampai 27 September 2019. 

DPD PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan yang diberikan karena melalui proses penjaringan secara terbuka dan diumumkan melalui media masa, media sosial  dan alat peraga, telah terjaring 38 orang Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah yang terdiri dari unsur kader partai, tokoh masyarakat, ulama, pengusaha, Bupati/Wakil Bupati petahana, sampai kader partai lain.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengungkapkan, pihaknya melakukan penjaringan Calon Kepala Daerah yang mampu mengatasi masalah-masalah rakyat dan mendudukan ideologi pancasila diatas politik yang menggunakan cara-cara pragmatis dan transaksional. 

"Dengan waktu yang panjang akan mempunyai kesempatan lebih luas untuk mengeksplore figur-figur yang terjaring dan akhirnya mendapatkan figur yang paling layak untuk dapat dipilih rakyat," kata Ono, di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Bandung, Sabtu (28/9/2019).

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar, Ketut Sustiawan menambahkan, uji kelayakan tersebut diisi oleh materi-materi yang memiliki aspek sangat penting. Misalnya, Ideologi Pancasila menjadi dasar utama ukuran penilaian mengingat kondisi Jawa Barat dan beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang kental dengan isu-isu radikalisme dan intoleransi serta penyebaran faham-faham yang bertentangan dengan Pancasila. 

Kemudian kesejahteraan rakyat masih menjadi tantangan di Jawa Barat sehingga pancasila sebagai living ideologi (ideologi yang hidup) harus pula dapat dijabarkan dalam bentuk visi, misi dan program pemerintah daerah yang menitikberatkan pada 5 (lima) prioritas program kerakyatan yakni Sandang Pangan Papan, Pendidikan Kesehatan Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial, Lingkungan Hidup, Pariwisata dan Infrastrukur

"Materi lainnya yakni Agama, Kepercayaan, Seni dan Budaya," ucapnya.

Kemudian mulai minggu depan akan dilakukan survey untuk mengukur sumber daya/potensi semua figur, lalu Bakal Calon juga dapat melakukan sosialisasi kepada masyrakat, dan DPC/DPD Partai akan melakukan komunikasi untuk membangun koalisi antar partai politik," tutur Ketut.

Ketut menambahkan, setelah itu,  DPD Partai akan melaporkan secara utuh kepada DPP Partai untuk selanjutnya dilakukan pendalaman kembali oleh DPP Partai. 

"Mudah-mudahan paling lambat Januari-Februari 2019, DPP Partai sudah mengeluarkan rekomendasi Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah di 8 (delapan) Kabupaten/Kota tersebut. 

DPD PDI Perjuangan berharap bisa memenangkan Pilkada di 8 Kabupaten/Kota, tetapi bila tidak memungkinkan paling tidak 5 (lima) Kabupaten/Kota bisa dimenangkan," tandasnya. (Okky Adiana)
 


Editor : Bsafaat