Pejabat Disdik Kena OTT, Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan Prihatin
Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan prihatin dan menyesalkan terjadinya kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Jabar terhadap Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Maman Sudrajat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan prihatin dan menyesalkan terjadinya kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Jabar terhadap Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Maman Sudrajat.
Padahal, selama ini pihaknya gencar memberikan imbauan agar para pejabat di Pemkab Bandung tidak melakukan tindakan pungli dan perbuatan menyimpang lainnya.
"Secara pribadi dan lembaga saya prihatin terkait adanya dugaan OTT itu. Padahal imbauan terus kami lakukan, apalagi khusus untuk itu ada Perbup No 48 tahum 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Anti Korupsi pada Satuan Pendidikan," kata Gun Gun, di Baleendah, Minggu (6/1/2020).
Dikatakan Gun Gun, Perbup tersebut, sejatinya bukan hanya untuk siswa saja. Melainkan juga harus dipahami dan ditaati oleh semua pemangku kepentingan di Kabupaten Bandung, khususnya para pendidik. Agar tidak terjadi tindak pidana korupsi, termasuk di dalamnya perbuatan pungutan liar alias pungli. Kata dia, kejadian tersebut sebaiknya menjadi cermin bagi semua orang tidak hanya para pemangku kepentingan di Dinas Pendidikan saja. Agar kedepannya tidak terjadi lagi perbuatan serupa.
"Kita ini harus jadi teladan dengan memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Apalagi ini para pendidik harus menjadi sauri teladan untuk anak anak kita. Semoga ini yang terkhir dan tidak adalagi perbuatan seperti itu. Mengenai proses hukum sepenuhnya kami serahkan pada penegak hukum," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Kabupaten Bandung Maman Sudrajat bersama tiga kepala sekolah SMP di Kabupaten Bandung terkena OTT diduga terkait pungutan liar (pungli). Mereka terkena OTT Satgas Saber Pungli Provinsi Jabar, di SMPN 1 Pameungpeuk, Kab Bandung, sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (3/12/2019) lalu.
Ketiga kepala sekolah yang turut terjaring OTT itu antara lain Sut Kepsek SMP Bina Taruna, AH Kepsek SMPN 2 Cileunyi, LS Kepsek SMPN 3 Rancaekek dan TBR Kepsek SMPN 1 Pamengpeuk. Turut diamankan pula Didik selaku supir dari pelaku Maman Sudrajat.
Menurut informasi yang dihimpun dari Ketua Tim Tindak 1 Satgas Saber Pungli Kompol Warna SH, Maman diduga melakukan pungli terhadap 7 Kepala SMP di Kabupaten Bandung. Masing masing Kepala SMP itu dipungut uang sebesar Rp7,5 juta. Diduga uang pungutan tersebut berkaitan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan Pemerintah Pusat untuk bantuan sekolah sekolah tersebut.
Dari hasil OTT tersebut, tim Saber pungli mengamankan uang tunai sebesar Rp52,5 juta yang dibungkus kantong keresek hitam bercampur dengan makanan sanck. Uang tersebut diamankan dari mobil pelaku Maman.
Kemudian tim mengamankan 6 orang saksi tersebut membawanya ke Posko Satgas Saber Pungli Jabar untuk dilakukan interograsi. Sebanyak 7 unit ponsel. milik saksi pun diamankan sebagai barang bukti.
"Iya betul Satgas Saber Pungli Jabar ada kegiatan tangkap tangan kemarin terhadap Kabid SMP Disdik Kabupaten Bandung, berinisial Ms," kata Sekretaris II Saber Pungli Jabar Rusman melalui ponselnya, Minggu (5/1/2020). (Dani R Nugraha)
Editor : Doni Ramdhani

