Pelaku Industri Kemasan Kadung Cinta Mesin Common Rail Isuzu
Penggunaan teknologi dalam sebuah kendaraan otomotif kerap memberikan efek berkelanjutan. Brand menjadi taruhannya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penggunaan teknologi dalam sebuah kendaraan otomotif kerap memberikan efek berkelanjutan. Brand menjadi taruhannya.
Kisah terlanjur cinta itu diungkapkan Direktur PT Kemasan Ciptatama Sempurna Wahyudi Sulistya di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW), Jumat 18 Maret 2022. Dia membagikan pengalamannya menggunakan kendaraan niaga Isuzu GIGA selama 14 tahun untuk menjalankan roda bisnis industri kemasan.
Wahyudi menuturkan, sejauh ini penggunaan mesin common rail Isuzu relatif menguntungkan. Bahkan, sebagai konsumen dia mengaku biaya perawatan kendaraan pun relatif lebih murah. Tentu, hal tersebut memberikan menguntungkan bagi para pengusaha.
Baca Juga: Isuzu Pede dengan Euro 4, Ini Pengalaman Customer Kendaraan Niaga Bermesin Common Rail
“Iritnya bukan biaya perawatan saja. Tapi, pemakaian bahan bakarnya juga menjadi lebih irit,” kata Wahyudi.
Di perusahaan yang berlokasi di Desa Randupitu Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur itu para sopir hampir tidak pernah mengalami masalah signifikan selama menggunakan mesin common rail Isuzu. Terlebih, Wahyudi menyebutkan Isuzu selalu mengingatkan kepada konsumen mengenai perawatan berkala sehingga sebagai konsumen tidak perlu repot karena sudah tercatat.
“Mesin common rail Isuzu ini saya rasa cukup praktis. Perawatannya juga tidak rumit, sehingga sangat menguntungkan buat perusahaan kami,” ujarnya.
Baca Juga: Isuzu Indonesia Siap Hadapi Era Euro 4
Khusus terkait layanan purnajual, Wahyudi mengaku selama 14 tahun menggunakan unit Isuzu selalu memuaskan. Pasalnya, saat setiap unit mengalami masalah teknisi Isuzu langsung datang untuk memperbaiki sehingga tidak harus menunggu lama.
“Sparepart yang sifatnya fast moving Isuzu memberikan stok kepada kita, dan ketika dipakai baru dibuatkan tagihannya. Sejauh ini pelayanan purnajualnya juga terbaik,” ingatnya.
Berbekal pengalaman positif tersebut, Wahyudi yang memiliki lebih dari 150 unit kepemilikan kendaraan Isuzu itu mengajak para pelaku usaha lainnya menggunakan kendaraan tersebut. Sebab, selain banyak variannya kendaraan Isuzu pun sesuai dengan kebutuhan sehingga tentunya menguntungkan bagi perusahaan.
“Ini sudah terbukti oleh saya, jangan ragu untuk menggu akan Isuzu dalam partner berusaha, jelas akan ikut menguntungkan,” tambahnya.
Sejak 2010, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menggunakan teknologi mesin common rail pada kendaraan bermesin diesel. Untuk itu, saat 7 April 2022 aturan standar emisi gas buang Euro 4 diberlakukan maka Isuzu Astra pun sudah siap. Bahkan, konsumen Isuzu Astra juga tidak perlu khawatir lagi.
Teknologi mesin diesel common rail itu pertama kami diterapkan pada Isuzu GIGA pada 2011 yang setara dengan Euro 4. Salah satu keunggulan mesin common rail adalah memberikan lebih banyak tenaga ketimbang mesin diesel konvesional. Mesin juga menerapkan pengendalian kuantitas injeksi bahan bakar guna mengurangi kebisingan dan emisi gas buang. (dnr)
Editor : inilahkoran


