Pelepasan Haru Kombes Pol Budi Sartono di Polrestabes Bandung
Beberapa saat, Polrestabes Bandung diliputi suasana haru saat melepas pucuk pimpinan. Kombes Pol Budi Sartono dilepas dalam sebuah upacara tradisi pedang pora.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Beberapa saat, Polrestabes Bandung diliputi suasana haru saat melepas pucuk pimpinannya. Kombes Pol Budi Sartono dilepas dalam sebuah upacara tradisi pedang pora.
Pelepasan tersebut dilakukan menyusul jabatan baru yang diemban Kombes Pol Budi Sartono sebagai Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang di Badan Narkotika Nasional (BNN).
Selepas azan ashar, jajaran perwira, bintara, hingga ASN di lingkungan Polrestabes Bandung berbaris rapi. Tradisi pedang pora mengiringi langkah Kombes Pol Budi Sartono bersama sang istri menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh emosi. Beberapa anggota tampak menahan air mata saat memberikan salam perpisahan.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Budi Sartono menyampaikan kebanggaannya pernah memimpin Polrestabes Bandung. Dengan suara bergetar, dia menitipkan pesan kepada seluruh jajaran agar tetap menjaga semangat pengabdian.
“Saya titip Polrestabes Bandung ini kepada rekan-rekan semua. Tetaplah bekerja dengan hati, kedepankan sikap proaktif tanpa pamrih dalam melayani masyarakat,” ujar Kombes Pol Budi Sartono di parkas Polrestabes Bandung, Rabu 25 Februari 2026.
Dia juga menegaskan, tantangan tugas ke depan akan semakin kompleks sehingga soliditas dan integritas harus terus dijaga.
“Jangan pernah lelah berbuat baik. Apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Bandung. Itu yang harus selalu kita ingat,” ucapnya.
Suasana semakin haru ketika Kombes Pol Budi Sartono berpamitan secara langsung kepada para anggota. Dia terlihat menyalami satu per satu personel yang telah mendampinginya selama masa tugas.
Tradisi pedang pora menutup rangkaian acara pelepasan. Di bawah tegaknya pedang para perwira, Kombes Pol Budi Sartono melangkah tegap meninggalkan markas Polrestabes Bandung untuk terakhir kalinya.
Editor : Doni Ramdhani

