Pembangunan Masjid Agung Dilanjut, Pemkot Bogor Sediakan Rp8 Miliar

Pemkot Bogor akan memprioritaskan proyek pembangunan Masjid Agung yang sempat terbengkalai dan mangkrak selama empat tahun. Untuk itu, kini pihaknya menyiapkan anggaran pembangunan lanjutan sebesar Rp8 miliar.

Pembangunan Masjid Agung Dilanjut, Pemkot Bogor Sediakan Rp8 Miliar
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor akan memprioritaskan proyek pembangunan Masjid Agung yang sempat terbengkalai dan mangkrak selama empat tahun. Untuk itu, kini pihaknya menyiapkan anggaran pembangunan lanjutan sebesar Rp8 miliar.

"Masjid impian kita ini memang tertunda beberapa tahun. Saya harus sampaikan, itu karena ulah oknum yang tidak amanah sehingga terjadi seperti ini. Mari kita doakan kepada oknum yang tidak amanah itu diberikan hidayah oleh Allah SWT," kata Wali Kota Bogor Bima Arya usai bertemu dengan DKM Masjid Agung di Gedung PPIB, Kecamatan Bogor Timur, Rabu (22/7/2020).

Dia mengatakan, anggaran sebesar Rp8 miliar itu digunakan untuk menyelesaikan kontruksi bangunan. Berdasarkan hasil kajian Kementerian PUPR, ada sejumlah struktur bangunan yang harus dikuatkan lagi agar pembangunan tahap selanjutnya bisa mulai dikerjakan kembali.

"Masjid ini kan ternyata pembangunannya bermasalah dalam hal konstruksinya. Jadi kalau dilanjutkan tidak aman. Ada kesalahan-kesalahan di masa lalu. Setelah dikaji, kemudian kami mendapatkan rekomendasi, sehingga kami tahu apa yang harus dikerjakan. Kami tahu apa yang harus diperbaiki. Ini yang paling penting karena tidak mungkin bisa beribadah dengan tenang ketika konstruksinya pun tidak aman," jelasnya.

Bima Arya juga menyampaikan, keinginannya agar masjid agung ini terintegrasi dengan alun-alun yang akan dibangun di lahan eks Taman Topi.

"Kami ingin itu menjadi satu napas, satu irama, satu warna. Desain masjidnya harus bisa menyimbolkan menjadi ikon Kota Bogor, simbol perjalanan syiar Islam di Kota Bogor, simbol kebangkitan Islam dan sejarah Islam juga di Kota Bogor dari masa ke masa," bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, saat ini masih menunggu rekomendasi dari Kementerian PUPR terkait masalah penguatan struktur, untuk menyelesaikan penyelesaian atap yang strukturnya terpisah dari yang sudah ada. Kemudian, sebelum melanjutkan proyek tersebut akan dilelangkan terlebih dahulu untuk perencanaan redesingnya. Saat ini, pihaknya akan mendetailkan hingga menentukan kebutuhan anggaran.

"Nanti redesain apa saja yang dibutuhkan dan tahapannya itu yang kami masih lakukan, sebenarnya kalau melihat kondisi seperti ini paling lama dua tahun selesai. Artinya itu tergantung dari kemampuan APBD Kota Bogor," tegasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Doni Ramdhani