Pembangunan Pasar Majalaya Mangkrak, Pedagang 'Ngadu' ke DPRD

Para pedagang Paasar Majalaya yang diwakili oleh Yayasan Generasi Muda Majalaya mempertanyakan pembangunan Pasar Sehat Sabilulungan Majaya yang mangkrak sejak tiga tahun terakhir.

Pembangunan Pasar Majalaya Mangkrak, Pedagang 'Ngadu' ke DPRD
foto: INILAH/Dani Rahmat Nugraha

INILAH,Bandung- Para pedagang Paasar Majalaya yang diwakili oleh Yayasan Generasi Muda Majalaya mempertanyakan pembangunan Pasar Sehat Sabilulungan Majaya yang mangkrak sejak tiga tahun terakhir.

Sejak dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Bandung Dadang M Naser pada 25 Mei 2017 lalu hingga saat ini hanya baru terpasang sekitar 0,1 persen saja.

Sekertaris Yayasan Generasi Muda Majalaya, Umar Alam mengatakan, karena prihatin dengan pembangunan pasar yang mangkrak itu, maka selama enam bulan terakhir ini pihaknya melakukan investigasi lapangan

Alhasil, ditemukan sejumlah masalah terkait pembangunan pasar Sehat Sabilulungan Majalaya. Diantaranya adalah hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mendapatkan temuan bahwa investor PT Sido Semesta tersebut bermasalah karena tidak memberikan uang jaminan pelaksanaan pembangunan.

Sehingga, BPK memberikan rekomendasi kepada Pemkab Bandung untuk memutuskan kontrak dengan investor tersebut. Tak hanya itu saja, di lapangan juga pihaknya menemukan adanya pungutan uang pada pedagang antara Rp 15 hingga Rp 25 juta yang diduga dilakukan oleh oknum perusahaan tersebut.

"Selama enam bulan ini kami mempelajari dan melakukan investigasi soal pembangunan Pasar Sehat Sabilulungan yang sudah tiga tahun ini mangkrak. Hasilnya sangat mengejutkan, termyata perusahaan ini brengsek melanggar kontrak kerja dan kenapa dipilih oleh Pemda sebagai investor," kata Umar saat audiensi dengam DPRD dan Pemkab Bandung di ruang Banmus DPRD Kabupaten Bandung di Soreang, Rabu (30/10/2019).

Dikatakan Umar, permasalahan dan rencana revitalisasi Pasar Majalaya itu, sebenarnya sudah dicanangkan sejak jaman Bupati HU Hata Jati Permana sekitar 20 tahun lalu. Namun baru baru sampai pada tahap peletakan batu pertama pada saat kepemimpinan Bupati Bandung Dadang M Naser sekarang ini. Tapi sayangnya, pembangunan pasar Sehat Sabilulungan yang ditargetkan rampung selama 18 bulan pengerjaannya itu malah mangkrak lebih dari tiga tahun terakhir ini. 

"Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan secepatnya jangan sampai lewat dari tahun 2019. Dan jangan sampai masalah pasar ini juga enggak selesai sampai pak Bupati selesai masa jabatannya yang tinggal setahun terakhir ini," ujarnya. 

Umar melanjutkan,  pembangunan Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya itu rencananya dibangun diatas lahan seluas kurang lebih 5 hektar. Dengan nilai investasi sebesar kurang lebih Rp 219 miliar. Revitalisasi pasar itu bertujuan untuk meningkatkan perekonomian para pedagang pasar tradisional. Namun pada kenyataannya, hingga saat ini para pedagang pasar Majalaya masih menempati pasar lama yang memang sudah tidak layak.

"Ternyata dalam pengerjaannya perusaan ini juga mensubkan pekerjaannya pada beberapa vendor lokal. Dan sampai saat ini para vendor itu belum dibayar sampai mereka mengancam akan membongkar kembali bangunan yang baru sedikit itu," katanya. 

Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Pemerintah Kabupaten Bandung, Marlan, mengatakan, pemilihan PT Sido Semesta sebagai investor pembangunan pasar tersebut berdasarkan hasil lelang investasi. Sehingga, pihaknya enggan disebut asal asalan dalam memilih investor. Dalam perjanjiannya investor itu siap melaksanakan pekerjaan selama 18 bulan. Namun pada kenyataannya, beberapa kali terjadi keterlambatan.

"Pada Agustus 2018 kami layangkan surat peringatan, sekaligus menyakan uang jaminan pekerjaan yang belum mereka setorkan ke bank sekitar Rp 2 miliar. Kemudian pada 2018 juga ada audit BPK ada perbedaan pandangan soal  kekurangan uang jaminan pelaksanaan, kami minta ke investor agar segera disetorkan tapi tidak juga," ujar Marlan di tempat yang sama. 

Kemudian, lanjut Marlan, pada Agustus 2019, pihak investor memberikan jawaban atas tiga surat peringatan yang telah dilayangkan oleh Pemkab Bandung. Mereka juga menyatakan telah membayar kekurangan uang jaminan pekerjaan ke bank. Serta berjanji akan segera memulai kembali pekerjaan pasar tersebut. 

"Ternyata saat dicek ke Bank BJB uang jaminan pekerjaan itu tidak ada. Selain itu hasil penelusuran kami di lapangan ternyata perusahaan ini men sub kan pekerjaannya kepada beberapa vendor. Kami masih kasih waktu selama 30 hari kedepan, dan jika tetap tidak melakukan pekerjaan maka pada 22 November akan kami putuskan kontrak kerjanya," katanya.

Jika telah dilakukan pemutusan kontrak, lanjut Marlan, pihaknya akan segera mencari investor pengganti. Namun sebelumnya akan dilakukan lebih dulu audit terhadap hasil pekerjaan dari investor sebelumnya. Agar investor baru ini mengetahui permasalahan yang sebelumnya terjadi di pasar tersebut.

"Kami juga tidak ingin adanya penundaan. Inginnya selesai pada 2019 ini. Kami akan melakukan percepatan, mudah mudahan dengan dorongan dari DPRD ini masalah ini bisa cepat selesai sebelum jabatan bupati selesai. Intinya kami Pemda sudah mengambil sikap," katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Sugianto mendorong Pemkab Bandung untuk segera menuntaskan masalah mangkraknya pembangunan Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya itu. Ia juga meminta semua pihak memiliki komitmen yang sama untuk menyelesaikannya. 

"Kami dari DPRD berkomitmen untuk sama sama untuk menuntaskan masalah ini. Kami juga sepakat masalah ini harus tuntas sebelum masa jabatan bupati selesai," ujarnya. (rd dani r nugraha).

 


Editor : JakaPermana