Pembangunan TPST Cikupa KBB Kembali Diprotes, Kades Cilame Sebut Prosesnya Tergesa-gesa

encana pembangunan TPST Cikupa KBB terus menuai protes dari warga Kampung Cikupa RT 01/RW 15, Cilame, Kecamatan Ngamprah.

Pembangunan TPST Cikupa KBB Kembali Diprotes, Kades Cilame Sebut Prosesnya Tergesa-gesa
Rencana pembangunan TPST Cikupa KBB kembali diprotes warga setempat. Kades Cilame Aas M Asor menyebut prosesnya terlalu tergesa-gesa.

INILAHKORAN, Ngamprah - Rencana pembangunan TPST Cikupa KBB terus menuai protes dari warga Kampung Cikupa RT 01/RW 15, Cilame, Kecamatan Ngamprah.

Kepala Desa Cilame Aas M Asor mengatakan, warga setempat protes lantaran langkah pembangunan TPST Cikupa KBB yang bakal dilakukan Pemda KBB dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut dinilai tergesa-gesa.

"Kalau memang pekerjaan pembangunan TPST Cikupa KBB dijadwalkan pada Oktober 2022, saya menilainya sangat tergesa-gesa. Karena sosialisasi baru satu kali, sementara waktu sangat mepet sekitar dua bulan lagi," kata Aas di Cilame, Rabu 20 Juli 2022.

Baca Juga: Miris, Usai Diserahterimakan dari Pemprov Jabar Kondisi SOR Watubelah Cirebon Terbengkalai

Dia menilai, perlu sosialisasi lanjutan kepada masyarakat agar persepsi tentang Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) bisa diluruskan. Menurutnya, kekhawatiran warga dengan keberadaan TPST akan menimbulkan bau sampah, limbah mencemari sumber air, dan sebagainya.

"Pemerintah harus memberikan jaminan bahwa TPST tidak seperti yang dibayangkan warga selama ini," tuturnya.

Ia pun menyarankan, alangkah lebih baik jika proyek percontohan TPST ini bukan di Cikupa yang notabene berdekatan dengan permukiman penduduk.

Baca Juga: Cuaca Dingin di Kota Bandung Diprediksi Masih Terjadi Hingga Agustus

"Saya menyarankan TPST dibangun di TPS pasar. Sampah pasar diolah, sehingga jika berhasil barulah dibangun di Cikupa," ucapnya.

"Saya yakin jika di pasar berjalan dengan baik, tidak akan ada penolakan dari warga," tandasnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran