Pembentukan Pansus Jiwasraya Dinilai Penting
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menanggapi pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menilai pembuatan pansus kasus Jiwasraya sebagai bentuk tekanan ke pemerintah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menanggapi pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menilai pembuatan pansus kasus Jiwasraya sebagai bentuk tekanan ke pemerintah.
"Logika sesat ini mas @erickthohir Malah sebaliknya kami minta itu DIBONGKAR!," cuit akun Twitter @jansen_jsp, dikutip Selasa (4/2/2020).
Menurut Jansen, desakan pembuatan Pansus Jiwasraya sangat penting karena sebagai wadah untuk mengawasi pengusutan dugaan korupsi di perusahaan asuransi plat merah tersebut.
"Buat saja PANSUS biar diuji sejak kapan dan dimasa siapa @Jiwasraya ini hancur lebur, "dimaling" krn beli saham busuk. Sekalian dibuka nama sahamnya dan kapan belinya. Biar fair!," tulis Jansen.
Diketahui, sebelumnya Fraksi Partai Demokrat dan PKS di DPR mendorong pembentukan pansus tetap berjalan dengan menggunakan hak angket. Pasalnya, kasus gagal bayar Jiwasraya yang merugikan negara hingga Rp 13,7 triliun.
Sementara itu Komisi VI DPR RI memilih membentuk panitia kerja (panja) daripada pansus. Bahkan, Komisi III DPR RI pun sepakat membentuk panja dan segera ditindaklanjuti dengan rapat tertutup bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin. [rok]
Editor : Bsafaat

