Pembersihan Rutin Tak Cukup, Pemkab Bandung Barat Minta KLH Atasi Krisis Eceng Gondok
Pemkab Bandung Barat meminta KLH untuk mengatasi krisis eceng gondok di Waduk Saguling
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pertumbuhan eceng gondok yang makin tak terkendali membuat kondisi ekologis Waduk Saguling makin memburuk, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat memperkuat kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup.
Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail memaparkan kondisi mendesak ini dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat di Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Asep Ismail mengakui upaya pembersihan mandiri yang dilakukan selama ini belum mampu mengimbangi laju penyebaran tanaman air tersebut.
"Eceng gondok kini telah menyumbat aliran perairan, melumpuhkan sebagian aktivitas perikanan dan transportasi warga, serta menjadi sarang nyamuk yang berpotensi memicu wabah penyakit," kata Asep dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Padahal, Pemkab bersama Balai Besar Wilayah Sungai, Indonesia Power, Program Citarum Harum, komunitas Pager Saguling dan masyarakat sudah rutin melakukan pembersihan secara gotong royong.
“Kekuatan daerah saja tidak cukup. Kami butuh dukungan kebijakan, teknologi penanganan yang tepat, serta pendanaan dari pusat agar penanganan menyentuh akar masalah, terintegrasi, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain masalah waduk, pihaknya juga menyampaikan kendala berat dalam pengelolaan sampah di sejumlah wilayah.
Menteri LH, Muhammad Jumhur Hidayat memastikan kesiapan penuh kementerian memfasilitasi program, pendampingan teknis, hingga akses skema pembiayaan yang dibutuhkan daerah.
Tak cuma itu, ia juga memperkenalkan Gerakan Tobat Ekologi, gerakan perubahan perilaku berbasis nilai moral dan spiritual untuk menyadarkan seluruh elemen bahwa merawat alam merupakan amanah dan tanggung jawab bersama.
"Gerakan ini akan digalakkan serentak bertepatan dengan peringatan Hari Danau," kata Jumhur.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat (DLH) Ibrahim Aji menuturkan, pihaknya bakal segera menggerakkan seluruh pemangku kepentingan lewat pendekatan Pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
"Hal itu dilakukan agar setiap pihak berkontribusi sesuai kapasitasnya," kata Ibrahim Aji.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pager Saguling, Haris Bunyamin menyebut, ratusan pondok pesantren di Bandung Barat siap menjadi garda terdepan mengampanyekan gerakan ini lewat pendekatan ekoteologi dan fikih lingkungan.
“Merawat alam adalah ibadah. Kami wujudkan dalam konsep Saguling Biosfer yang menyatukan pemulihan ekosistem, pendidikan lingkungan, ekonomi hijau, dan kesejahteraan warga,” ujar Haris.
"Sinergi ini diharapkan tak hanya membersihkan waduk, tapi juga mengubah pola pikir masyarakat agar pelestarian alam tumbuh dari kesadaran hati," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

