Eceng Gondok Tutupi Waduk Saguling, Wabup KBB Minta Perhatian Menteri LH
Wabup Bandung Barat Asep Ismail meminta perhatian Menteri LH terkait masifnya eceng gondok di Waduk Saguling yang mengganggu aktivitas mata pencaharian warga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menyampaikan keprihatinannya secara langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat terkait masifnya pertumbuhan Eceng Gondok yang menutupi perairan Waduk Saguling di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pertumbuhan tanaman air tersebut kini tidak hanya menutupi permukaan waduk, tetapi juga menyebar ke saluran-saluran penghubung dan mengganggu aktivitas serta mata pencaharian warga di sejumlah wilayah.
Hal itu disampaikan Asep saat bertemu Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat di Dusun Bambu, Cisarua, Selasa (29/9/2026).
Asep mengatakan, persoalan eceng gondok bukan sekadar mengganggu pemandangan. Menurutnya, keberadaan tanaman air tersebut telah berdampak langsung terhadap warga yang menggantungkan kehidupan dari perairan Waduk Saguling.
"Terkait dengan lingkungan hidup di wilayah selatan ini, tindak lanjut obrolan sebelumnya. Kaitan permasalahan di Sungai Citarum, yakni eceng gondok yang mengganggu sudah menutupi kolam ikan dan saluran di 4 hingga 5 kecamatan. Mulai dari Batujajar, Cihampelas, hingga Cililin, saluran menuju Waduk Saguling tertutup luar biasa," kata Asep.
Sebelumnya, Pemkab Bandung Barat bersama sejumlah pihak juga telah melakukan pembersihan eceng gondok di Waduk Saguling. Pada Juni 2026, area yang tertutup eceng gondok diperkirakan mencapai sekitar 120 hektare dan tersebar di sejumlah titik.
Warga Menanggung Dampak Lingkungan
Selain persoalan eceng gondok, Asep menyoroti manfaat Waduk Saguling yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan masyarakat sekitar.
Ia menyebut listrik yang dihasilkan dari Waduk Saguling dapat dialirkan hingga ke Pulau Sumatera. Namun, masyarakat di sekitar waduk justru masih menghadapi berbagai persoalan lingkungan.
"Manfaat Waduk Saguling ini luar biasa karena penerangan sampai ke Sumatera. Tapi masyarakat kami di wilayah selatan belum merasakan manfaatnya," ungkapnya.
"Malah sebaliknya, dampaknya justru kami yang tanggung, sementara keuntungannya dirasakan di luar Bandung Barat, bahkan di luar Jawa Barat," tegasnya.
Asep berharap persoalan tersebut tidak hanya ditangani melalui kegiatan pembersihan eceng gondok secara berkala. Menurutnya, diperlukan solusi jangka panjang yang melibatkan pemerintah, pengelola waduk, pelaku usaha, serta masyarakat.
Salah satu gagasan yang ditawarkan yakni pengembangan ekowisata berbasis pemanfaatan kawasan perairan. Menurut Asep, konsep tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
"Semoga informasi ini menjadi dasar solusi. Termasuk bagi pengusaha agar dapat membangun ekowisata di wilayah selatan. Sehingga, perairan yang kini tertutup eceng gondok justru menjadi sumber kesejahteraan warga sendiri," imbuhnya.
Minta Perhatian Pemerintah Pusat
Asep berharap kehadiran Menteri Lingkungan Hidup dapat menjadi momentum untuk memperkuat penanganan ekosistem Waduk Saguling secara menyeluruh.
Ia menilai, eceng gondok yang menutupi permukaan perairan tidak hanya mengancam aktivitas perikanan, tetapi juga berpotensi mengganggu fungsi perairan dan mempersempit ruang aktivitas masyarakat.
Persoalan tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian Pemkab Bandung Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup. Pemkab KBB telah meminta penanganan yang lebih terpadu karena pembersihan rutin dinilai belum cukup mengimbangi pertumbuhan eceng gondok yang masif.
"Kami yakin Bapak Menteri paham betul kondisi di lapangan. Mohon perhatiannya agar wilayah yang menyumbang energi bagi bangsa ini juga diperhatikan lingkungannya. Warga berhak merasakan manfaatnya, bukan hanya menanggung dampaknya," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

