Pemerintah Kota Bandung Waspada Fenomena Monsun, Tim Gabungan Siaga

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kesiapan pemerintah kota dalam menghadapi cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik.

Pemerintah Kota Bandung Waspada Fenomena Monsun, Tim Gabungan Siaga
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kesiapan pemerintah kota dalam menghadapi cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik. Dalam satu hari, tercatat 22 pohon roboh akibat angin kencang yang dipicu fenomena monsun.

“Menurut penjelasan para ahli cuaca, sekarang ini sedang terjadi namanya monsun. Monsun ini adalah musim angin yang memang kencang, walaupun hujannya tidak banyak. Risiko terbesarnya adalah pohon bertumbangan,” kata Farhan, Jumat 6 Maret 2026.

Menurut ia, langkah antisipasi dilakukan dengan menyiagakan Tim Gabungan dari Damkar, DPKP, Dinsos dan BPBD. “Setiap kali ada cuaca sudah mulai begini, maka kita sudah menyiapkan tim untuk langsung bergerak,” ucapnya.

Farhan menjelaskan, penanganan tidak bisa dilakukan dengan penebangan sembarangan karena ada aturan yang harus dipatuhi. Pemerintah memilih melakukan pemangkasan rutin sebagai bentuk perawatan.

“Saya terus terang tidak mungkin bisa mengatakan silakan saja tebang, karena ada aturannya. Kita selalu mengusahakan untuk melakukan trimming. Perawatan pohon-pohon besar ini tidak mudah sama sekali,” ujar dia.

Selain itu, ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi tanah di Kota Bandung yang mungkin tidak cukup kuat menahan pohon berukuran besar. Meski demikian, pohon tetap menjadi bagian penting dari karakter kota.

“Pohon-pohon yang mau dihilangkan juga tidak bisa, karena salah satu karakter Kota Bandung adalah pohon-pohonan itu. Jadi ya kita memang lagi waspada saja,” jelasnya.

Farhan mencontohkan kasus di kawasan Dago, di mana seorang ibu dan anak menjadi korban tertimpa pohon. Pemerintah segera memberikan penanganan medis, dan bantuan perbaikan.

“Contohnya yang di Dago, itu kan ibu dan anak. Maka penanganan untuk dia masuk rumah sakit, perawatan, perbaikan mobil dan segala macamnya cepat,” ujar dia.

Sejak menjabat pada 22 September 2025, ia memastikan pemangkasan pohon dilakukan secara rutin. “Saya sengaja dan memang tidak mau ada penebangan, karena itu nanti akan masuk dalam indeks RTH. Bukan luasan RTH ya, indeks RTH,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana