Pemerintah Kota Cimahi Bolehkan Warga Mudik, Tapi dengan Syarat Ini

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memperbolehkan warganya untuk melakukan mudik lebaran tahun ini. Namun ada ketentuan syarat berikut ini

Pemerintah Kota Cimahi Bolehkan Warga Mudik, Tapi dengan Syarat Ini
Plt Wail Kota Cimahi Ngatiyana menggelar dialog dengan masyarakat untuk menerima aspirasi soal pembangunan.
 
INILAHKORAN, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi memperbolehkan warganya untuk melakukan mudik lebaran tahun ini.
 
Kendati demikian, Pemerintah Kota Cimahi tetap mengingatkan masyarakat agar tetap patuh menerapkan protokol kesehatan COVID-19.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, hal itu merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Terlebih, sudah dua tahun warga Kota Cimahi tidak menikmati suasana lebaran di kampung halamannya.
 
 
"Syarat utamanya harus menerapkan prokes. Saya percaya warga Cimahi ini patuh dan disiplin terhadap diri sendiri," katanya.
 
Ia memprediksi, bakal banyak warga Kota Cimahi yang mudik tahun ini. Sebab, selama dua tahun pandemi COVID-19 mereka tidak diizinkan mudik lebaran.
 
"Silahkan mudik namun dalam kondisi sehat dan kelihatannya banyak warga pendatang yang mudik," ujarnya.
 
 
Terkait vaksinasi COVID-19 yang menjadi syarat mudik, ia mengaku, bakal terus menggenjot target vaksinasi agar masyarakat yang ingin mudik tahun ini bisa terlaksana.
 
Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar mudik lebaran tahun ini lebih aman dan kebal dari virus tersebut.
 
"Vaksin tahap satu harus 100 persen, vaksin dua minimal 90 persen dan vaksin ketiga minimal 70 persen. kita kejar terus itu, bila sudah tercapai, insyaallah aman," tuturnya.
 
 
Kendati begitu, dirinya tak bosan mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan prokes.
 
"Itu sangat penting agar sepulang mudik dari kampung halaman tidak membawa virus korona ke Kota Cimahi," imbuhnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Hendra Gunawan mengatakan, penduduk di Kota Cimahi ada dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga besar kemungkinan akan banyak mudik pada lebaran nanti.
 
 
"Cimahi itu kan heterogen, ada dari mana-mana. Di bawah 50 persen penduduk akan mudik setelah diizinkan," katanya.
 
Terkait vaksinasi COVID-19 yang disyaratkan pemerintah pusat, tambah dia,  pihaknya bakal berkoordinasi dengan pihak terkait seperti kepolisian. 
 
"Nanti kita koordinasi untuk mengantisipasi persyaratan tersebut," pungkasnya.*** (agus satia negara).***


Editor : inilahkoran