Pemilu Lancar dan Kondusif, Ferdi: Hatur Nuhun Wargi Bandung
Target mewujudkan Kota Bandung sebagai percontohan daerah lain dalam penyelenggaraan pemilu dan kondusivitas wilayah tampaknya bukan isapan jempol.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Target mewujudkan Kota Bandung sebagai percontohan daerah lain dalam penyelenggaraan pemilu dan kondusivitas wilayah tampaknya bukan isapan jempol. Pasalnya tak hanya mampu mewujudkan target partisipasi pemilih yang terus naik, Kota Bandung juga sukses dalam menjaga kondusivitas.
Berbagai langkah inovasi yang dilakukan Pemkot Bandung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) tampaknya patut diacungi jempol.
Tak hanya sukses mendorong partisipasi pemilih, Kesbangpol yang terus melakukan berbagai upaya konsolidasi dan kolaborasi juga sukses mewujudkan Pemilu Serentak yang aman, damai, dan kondusif.
Atas berbagai pencapaian tersebut, Kesbangpol pun menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada masyarakat Kota Bandung. Tak hanya itu, Kesbangpol juga mengapresiasi tingkat partisipasi pemilih yang terus naik dari tahun ke tahun.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bandung, Ferdi Ligaswara mengungkapkan, menurut data yang berhasil dikumpulkannya, angka partisipasi pemilih Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kota Bandung melejit hingga tembus 86,42%.
Hasil tersebut berdasarkan pendataan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung dari setiap kecamatan.
Menurutnya, Kota Bandung dengan 151 kelurahan, 30 kecamatan, 7.107 TPS, dan 1.739.937 DPT mengalami lonjakan angka partisipasi pemilu kurang lebih 9%. Pada pemilu 2014, angka partisipasi pemilu di kota Bandung hanya mencapai 77,76%.
Ferdi mengaku, sangat mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menilai hal itu lantaran kesadaran masyarakat akan pentingnya politik sudah mulai terbangun. "Ini berkat kerja keras penyelenggara pemilu, TNI/Polri, dan stake holder lainnya," ungkapnya.
Ferdi mengatakan, hal itu juga ditengarai terjadi lantaran tahapan pemilu yang relatif panjang. Sehingga masyarakat menunggu pelaksanaan Pemilu 2019.
Ia juga mengapresiasi angka partisipasi masyarakat yang tinggi diikuti dengan penyelenggaraannya yang aman, tertib, lancar dan kondusif. "Proses pemilu panjang, sehingga ditunggu, mungkin penuh dengan sesuatu yang diidam-idamkan," katanya.
Ferdi menuturkan, terkait suksesnya pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, Kesbangpol Kota Bandung sebelum pelaksanaan pemilu, telah menyelenggarakan lebih dari 28 kegiatan yang berkaitan dengan pemilu.
Mulai dari deklarasi tekad untuk menyelenggarakan pemilu yang aman, tertib dan kondusif. Sampai, sosialisasi pemilu di kalangan milenial atau pemilih pemula.
"Kita selenggarakan 8 kegiatan ke objek pelajar atau pemilih pemula untuk bagaimana tingkat partisipasi dari kalangan milenial meningkat," katanya.
Tak hanya itu, lanjut Ferdi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) juga menyiapkan langkah-langkah pengawalan.
"Selama ini kami terus mendorong kondusivitas kota dalam menghadapi Pemilu 2019 dengan merangkul KPU, Bawaslu, dan aparat keamanan dengan tujuan menjaga Kota Bandung kondusif saat Pemilu 2019 ini,” ucapnya.
Selain cipta kondisi, beberapa langkah lain yaitu pemetaan dan komparasi dengan berkaca pada gelaran pemilihan umum sebelumnya. Pemetaan masalah di antaranya dengan simulasi pencoblosan, juga berkoordinasi dengan seluruh stakeholder,” sambung Ferdi.
Simulasi ini juga menjadi ajang sosialisasi, khususnya bagi pemilih pemula di Pemilu 2019. Mengingat pemilih pemula ini menyumbang angka besar bagi peningkatan jumlah pemilih di Kota Bandung.
Di samping simulasi pencoblosan dan beberapa simulasi pengamanan guna menjaga kondusivitas pada hari pencoblosan, Ferdi menyebutkan partisipasi pemilih di Kota Bandung menjadi prioritas utama.
Sebisa mungkin, pemilih di Kota Bandung bisa menggunakan hak pilihnya saat hari pencoblosan. Hasilnya Alhamdulillah, tingkat partisipasi pemilih di Kota Bandung benar-benar terus naik sesuai harapan bersama,” pungkasnya.
Editor : suroprapanca

