Pemilu Raya Mahasiswa UMB Pilih Pimpinan Eksekutif Mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) menggelar Pemilu Raya Mahasiswa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) menggelar Pemilu Raya Mahasiswa. Ini adalah suatu kegiatan tahunan mahasiswa UMB dalam menentukan pemimpin-pemimpin di setiap lembaga kemahasiswaan. Salah satunya menentukan tampuk pimpinan eksekutif mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung di kampus UMB Jalan Soekarno Hatta, Bandung, pada (27/12/2019).
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mahasiswa UMB Asep Tantan Permana mengatakan Pemilu Raya Mahasiswa ini adalah salah satu bentuk implementasi dan pengaplikasian demokrasi pada generasi milenial sejak dini, karena KPU-Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung berusaha mewujudkan pemilihan yang sehat dan berkeadilan.
Ada beberapa tahap yang dilakukan, seperti penyusunan tahap pemilih, pendaftaran bakal peserta pemilihan, verifikasi berkas bakal peserta pemilihan, penetapan peserta pemilihan dan penentuan nomor urut, kampanye, masa tenang, pemungutan dan perhitungan suara rekapitulasi perhitungan suara tingkat universitas oleh PANLIH-P/KPU-M, pengumuman hasil perhitungan suara dilaksanakan secara terbuka, masa pengaduan dan penyelesaian perselisihan pemilihan, penetapan hasil pemilihan, pengucapan sumpah dan pelantikan peserta pemilihan terpilih.
"Rencana kami melibatkan dosen juga namun, karena kami baru merintis KPU- Mahasiswa ini yang baru pertama kali didirikan di kampus kami tercinta, banyak pertimbangan satu dan lain hal terkait pemilihan yang memberikan hak pilih ke setiap civitas akademika kampus. Mungkin kami KPU-Mahasiswa akan membahasnya di rapat pleno pimpinan," papar Asep.
Asep menambahkan, kendala yang dihadapi oleh mahasiswa adalah, terkait teknis, karena ini adalah kali pertama pihaknya mengadakan kegiatan Pemilu Raya Mahasiswa.
"Jumlah mahasiswa UMB kurang lebih 4.000 Mahasiswa dari berbagai Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Sosial dan Humaniora, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu dan Keislaman," imbuh Asep.
Dia berharap, kegiatan Pemilu Raya ini adalah terwujudnya demokrasi yang sehat dan berkeadilan. Selain itu, ada tiga poin yang menjadi titik berat demokrasi ini menjadi sarana integrasi seluruh lembaga kemahasiswaan di UMB, salah satunya adalah terwujudnya efektivitas lembaga kemahasiswaan UMB.
"Harapan dari seluruh mahasiswa Pemilu Raya mahasiswa ini tidaknya pergantian kepemimpinan saja namun harus melahirkan lembaga kemahasiswaan yang lebih maju dalam mewujudkan dakwah amar ma'ruf nahyi munkar di ranah kemahasiswaan untuk membingkai religiusitas, intelektualitas, dan humanitas sebagai nafas perjuangan setiap lembaga kemahasiswaan," tambah Asep. (okky adiana)
Editor : suroprapanca

