Pemkab Bandung Barat Butuh Rp300 Miliar per Tahun Tuntaskan Jalan Rusak

Meskipun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menginstruksikan alokasi minimal 7,5 persen APBD untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat belum bisa menerapkan sepenuhnya akibat keterbatasan kondisi keuangan daerah.

Pemkab Bandung Barat Butuh Rp300 Miliar per Tahun Tuntaskan Jalan Rusak
Meskipun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menginstruksikan alokasi minimal 7,5 persen APBD untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat belum bisa menerapkan sepenuhnya akibat keterbatasan kondisi keuangan daerah.

INILAHKORAN.ID – Meskipun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menginstruksikan alokasi minimal 7,5 persen APBD untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat belum bisa menerapkan sepenuhnya akibat keterbatasan kondisi keuangan daerah.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) KBB Aan Sopian mengakui bahwa alokasi murni 7,5 persen hanya untuk infrastruktur akan menjadi beban berat bagi daerah. 

"Kita fokuskan pada jalan dengan anggaran Rp102 miliar tahun ini, sedangkan anggaran lainnya dibagi ke sektor-sektor penting lain yang juga membutuhkan perhatian," kata Aan, Jumat 23 Januari 2026.
 
Menurut perhitungan DPUTR, agar seluruh jalan kabupaten bisa dituntaskan dalam satu periode kepemimpinan bupati selama lima tahun, KBB membutuhkan anggaran ideal sebesar Rp300 miliar per tahun. 

"Pagu ideal itu normatif. Kalau setiap tahun tersedia dana sebesar itu, dipastikan dalam lima tahun semua jalan di KBB akan lecir dan tuntas," ungkapnya.
 
Aan menyebut, anggaran Rp102 miliar yang dialokasikan untuk jalan tahun 2026 sendiri merupakan peningkatan hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp60 miliar. 

Lonjakan ini dinilai sebagai bukti komitmen serius Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail terhadap pengembangan infrastruktur daerah.
 
"Penambahan anggaran yang sangat signifikan ini menunjukkan bahwa perhatian Bupati terhadap infrastruktur benar-benar nyata," ucapnya.

"Kita berusaha maksimalkan apa yang ada untuk memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat," pungkasnya.
 
Meskipun belum bisa memenuhi target 7,5 persen, instruksi dari Gubernur Dedi Mulyadi menjadi acuan bagi Pemkab KBB untuk terus meningkatkan alokasi anggaran pada sektor infrastruktur dari tahun ke tahun. 

"Kami berharap, seiring dengan peningkatan pendapatan daerah, target tersebut bisa terealisasi di masa mendatang," tambahnya. ***


Editor : JakaPermana