APBD Jabar 2027: Rp80 Miliar Diusulkan untuk Bantuan Keagamaan
Pemprov Jabar mengusulkan anggaran Rp80 miliar untuk bantuan lembaga dan sarana keagamaan dalam rancangan APBD 2027. Anggaran masih dalam pembahasan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengusulkan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk bantuan lembaga serta sarana dan prasarana keagamaan dalam rancangan APBD 2027.
Anggaran tersebut terdiri atas Rp30 miliar untuk bantuan kepada 92 lembaga keagamaan yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan Rp50 miliar untuk mendukung kebutuhan sarana dan prasarana keagamaan.
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Zaini Shofari, mengatakan alokasi tersebut masih berupa usulan dan belum menjadi keputusan final karena pembahasan rancangan APBD 2027 masih berlangsung.
"Di situ ada alokasi sekitar Rp30 miliar untuk 92 lembaga yang sudah masuk SIPD pada 2027. Kemudian, ada sekitar Rp50 miliar untuk lembaga-lembaga yang membutuhkan sarana dan prasarana keagamaan," ujar Zaini, Rabu, 28 Oktober 2026.
"Ini saya bicara rencana ya, karena ini baru rancangan APBD 2027. Masih dibahas," katanya.
Menurut Zaini, bantuan sarana dan prasarana keagamaan direncanakan untuk mendukung kebutuhan tempat ibadah, seperti masjid dan musala, serta institusi pendidikan keagamaan. Sementara itu, alokasi Rp30 miliar secara khusus ditujukan untuk bantuan kepada lembaga.
"Sarana keagamaan itu seperti institusi pendidikan, masjid, musala, dan lembaga-lembaga pendidikan. Itu untuk bantuan sarana dan prasarana keagamaan. Kalau Rp30 miliar tadi untuk lembaganya," ucapnya.
Selain bantuan keagamaan, rancangan APBD Jabar 2027 juga memuat usulan bantuan untuk tiga perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Islam Negeri (UIN).
Dalam rancangan tersebut, ITB dan UPI masing-masing diusulkan memperoleh bantuan Rp10 miliar. Adapun bantuan untuk UIN direncanakan sebesar Rp5 miliar.
Zaini mengatakan bantuan untuk perguruan tinggi tersebut bukan program baru. Namun, ia mengaku tidak mengingat secara pasti besaran realisasi anggaran pada periode sebelumnya.
"Bantuan ini sebelumnya ada. Untuk realisasi anggaran sebelumnya, saya lupa berapa jumlahnya. Nah, sekarang yang masuk dalam rancangan ada ITB, UPI, dan UIN," tuturnya.
Di luar sektor keagamaan dan pendidikan, kebutuhan air bersih juga menjadi aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada DPRD Jabar.
Zaini mengungkapkan, warga mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai sumber cadangan air, terutama saat musim kemarau. Usulan tersebut muncul karena kebutuhan air untuk pengairan maupun permukiman belum sepenuhnya terpenuhi.
"Masyarakat meminta ada sumur bor. Karena pengairan tidak berjalan, masyarakat perlu punya cadangan air," ujarnya.
Secara keseluruhan, Pemprov Jabar mengusulkan belanja daerah dalam rancangan APBD 2027 sebesar Rp27,58 triliun. Sementara itu, target pendapatan daerah dipatok mencapai Rp29,35 triliun.
Pendapatan tersebut direncanakan berasal dari tiga komponen, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp19,02 triliun, pendapatan transfer Rp10,30 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp24,57 miliar.
Dari sisi belanja, anggaran operasional direncanakan mencapai Rp17,88 triliun. Belanja modal dialokasikan sebesar Rp2,86 triliun, belanja tidak terduga Rp101,12 miliar, dan belanja transfer Rp6,74 triliun.
Rancangan APBD tersebut juga mencakup penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp74,37 miliar dan pengeluaran pembiayaan daerah Rp1,84 triliun.
Besaran bantuan untuk lembaga keagamaan, sarana dan prasarana keagamaan, perguruan tinggi, serta kebutuhan masyarakat lainnya masih akan mengikuti proses pembahasan sebelum APBD Jabar
Editor : Ahmad Sayuti
