Pemkab Cirebon Betonisasi 23 Ruas Jalan, Warga Tagih Kualitas Proyek
Pemerintahan Kabupaten Cirebon mulai mempercepat pembangunan infrastruktur jalan pada 2026. Sebanyak 23 ruas jalan kabupaten dipastikan masuk tahap lelang dini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintahan Kabupaten Cirebon mulai mempercepat pembangunan infrastruktur jalan pada 2026. Sebanyak 23 ruas jalan kabupaten dipastikan masuk tahap lelang dini dan segera dikerjakan dalam waktu dekat.
Langkah percepatan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon agar pekerjaan fisik bisa dimulai lebih awal dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Mayoritas proyek peningkatan jalan tersebut menggunakan konstruksi betonisasi yang dinilai lebih kuat dan tahan lama dibanding aspal biasa.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Sunanto mengatakan, percepatan lelang menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kemantapan jalan kabupaten secara bertahap hingga 2029.
“Lelang dini dilakukan supaya pekerjaan bisa lebih cepat berjalan dan kualitas pengerjaan juga lebih maksimal karena waktu pelaksanaan lebih panjang,” ujar Sunanto, Minggu (17/5/2026).
Dia menyebutkan, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon hingga akhir 2025 telah mencapai sekitar 86 persen. Pemkab menargetkan angka tersebut terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
“Target kami kondisi jalan mantap di Kabupaten Cirebon bisa tercapai pada 2029,” ucapnya.
Adapun 23 ruas jalan yang dipastikan diperbaiki tersebar di berbagai wilayah. Di antaranya Jalan Sindanglaut-Ciawigajah, Jalan Klangenan-Panguragan, Jalan Gebangilir-Waled, Jalan Palimanan-Kramat, Jalan Tegalgubug-Kaliwedi, Jalan Dukupuntang-Girinata hingga Jalan Mundu-Pamengkang.
"Panjang penanganan jalan bervariasi mulai dari ratusan meter hingga lebih dari satu kilometer dengan lebar jalan antara 3,5 meter sampai 6 meter," aku Sunanto.
Dia menerangkan, selain mengandalkan APBD Kabupaten Cirebon, pemerintahan daerah juga terus mengupayakan bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan antarwilayah.
Sunanto menyebutkan, Dinas PUTR Kabupaten Cirebon juga menyiapkan lelang tahap ketiga dengan sekitar 70 paket pekerjaan tambahan. Mayoritas proyek bernilai di bawah Rp1 miliar dan tetap menggunakan konstruksi betonisasi untuk meningkatkan daya tahan jalan.
Sementara itu, di tengah rencana percepatan pembangunan tersebut, masyarakat berharap kualitas pekerjaan benar-benar diperhatikan dan tidak sekadar mengejar target proyek.
Syarif, warga Kecamatan Klangenan mengaku sering kecewa melihat kondisi jalan yang cepat rusak meski baru selesai diperbaiki beberapa bulan sebelumnya.
“Harapan masyarakat sederhana, jalan yang dibangun harus benar-benar kuat. Jangan baru hitungan bulan sudah retak dan berlubang lagi,” kata Syarif.
Hal senada disampaikan Wawan, warga wilayah Timur Cirebon. Dia meminta pengawasan proyek diperketat agar kualitas betonisasi sesuai standar teknis.
“Kalau anggarannya besar tapi kualitasnya asal-asalan, masyarakat yang dirugikan. Kami ingin jalan yang awet, bukan tambal sulam terus setiap tahun,” pintanya.
Editor : Doni Ramdhani

