Pemkot Bandung Janjikan RSKIA Beroperasi Juli 2019

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjanjikan pembangunan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) akan segera tuntas pada Februari. 

Pemkot Bandung Janjikan RSKIA Beroperasi Juli 2019
Oded Muhammad Danial mendatangi lokasi pembangunan RSKIA di Jalan KH. Wahid Hasyim (Kopo)
INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjanjikan pembangunan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) akan segera tuntas pada Februari. 
 
Andai tuntas Februari, maka pertengahan 2019 ini RSKIA bisa sudah bisa mulai melayani masyarakat.
 
Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial pun mendatangi lokasi pembangunan RSKIA di Jalan KH. Wahid Hasyim (Kopo) pada Rabu (9/1). 
 
Proses pembuatan RSKIA tersebut dimulai pada Mei 2017 silam dengan target pengerjaan hingga pertengahan 2018, namun hingga akhir tahun nyatanya RSKIA ternyata belum tuntas.
 
"Udah 95 persen pengakuannya dari konsultannya, dan mereka harus selesai di tanggal 14 februari. Itu teh setelah perpanjangan 50 hari, harusnya akhir tahun (2018) sudah selesai. Ini belum lambat tapi ada perpanjangan 50 hari," kata Oded saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Rabu (9/1).
 
Oded mengungkapkan anggaran untuk pembangunan RSKIA ini terbilang besar. Total biaya yang digelontorkan Pemkot Bandung hingga RSKIA mulai beroperasi nanti mencapai Rp. 750 miliar.
 
"Anggarannya diatas 500 miliar, dengan alkesnya sekitar 750 miliar. Lahan punya pemkot dulu ngebebasin.‎ Ini sudah bertaraf internasional, Insya Allah harusnya harapan saya bisa bersaing dengan swasta," ujarnya.
 
‎Oded berharap besar RSKI mampu memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat Kota Bandung. Sekalipun bertaraf internasional, namun dia menjamin bahwa RSKIA tetap melayani pasien yang mengikuti program BPJS, lantaran semua kelas tersedia mulai dari kelas 3 sampai VIP.
 
"Itu bangunan fisik dengan PT. Adikarya, nanti kan ada perlengkapan  lainnya setelah 14 Februari ada lelang berikutnya, lelang ketiga itu finishing
 
Setelah itu persiapan alkes segala macem, diperkirakan mudah-mudahan Juni atau Juli bisa peresmian, 5 persen yang belum itu interior dalamnya," bebernya.
 
Sementara itu, Direktur RSKIA Kota Bandung, Taat Tagore mengungkapkan pembangunan RSKIA saat ini merupakan pengerjaan tahap 2. 
 
Yakni meliputi arsitektur, konstruksi, dan instalasi kelistrikan serta  mekanikal dengan jaringan instalasi gas medis wajib sesuai standar rumah sakit, termasuk pemasangan pendingin udara khusus antibakteri.‎
 
Sedangkan untuk pembangunan tahap 3 dipaparkan Taat bakal menyelesaikan beberapa bagian. Menurutnya pelaksanaan pembangunan tahap 3 ini akan dimulai sekitar pertengahan Februari atau Maret. 
 
"‎Masih ada pembiayaan di tahap tiga, seperti lantai, finishing depan, membran dan taman. Kita terus berjalan berjalan, sehingga Juni sudah bisa selesai tinggal uji coba dalam hal IT. Target Juli harus beroperasi," ucap Taat.
 
Taat mengungkapkan fasilitas istimewa di RSKIA tersebut yaitu memiliki ruangan operasi atau Operatie Kamer (OK), yang menelan anggaran ckup besar.
 
"Ruang yang canggih itu OK, salah satu andalan karena tata udaranya kita pilih yang steril dan berkelas. Itu cukup mahal karena menguras 20 persen dari total anggaran," cetusnya. 
 
RSKIA akan memiliki sekitar 500 kamar. Sebanyak 25 kamar Poli, disiapkan tempat tidur sebanyak 68 untuk kelas (1), 136 untuk kelas (2), 144 bagi kelas (3), serta President Suite, Junior Suite, VVIP, VIP sebanyak 30 tempat tidur. Namun menurut Taat, pada tahap awal jumlah yang dapat diisi sekitar 150-200 kamar.
 
Sedangkan di segi sumber daya manusia (SDM), Taat mengaku secara bertahap akan membuka rekrutmen untuk berlangsungnya pelayanan.
"Proses rekrutmen SDM mulai dari dokter spesialis, bidan dan perawat, itu akan kita kaji dulu," tegasnya. 
 
Perlu diketahui, RSKIA Kopo akan melengkapi kebutuhan layanan kesehatan warga Kota Bandung yang lebih unggul. RSKIA memiliki luas bangunan keseluruhan sekitar 47.000 meter persegi dengan 13 lantai dan 2 basement. 
 
RSKIA Kopo juga akan melengkapi sarana perawatan intensif dengan 44 tempat tidur untuk ICU, HCU, NICU, PICU, 35 tempat tidur untuk IGD, 30 tempat tidur kamar bersalin, serta 45 tempat tidur Perinatologi. 


Editor : inilahkoran