Pemkot Bandung Verifikasi 2.300 Angkot Sebelum Libur Resmi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah melakukan verifikasi, terhadap sekitar 2.300 angkot dan pengemudinya menjelang kebijakan libur angkutan kota selama dua hari. Proses itu, dilakukan untuk memastikan kebijakan tepat sasaran dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat.

Pemkot Bandung Verifikasi 2.300 Angkot Sebelum Libur Resmi
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah melakukan verifikasi, terhadap sekitar 2.300 angkot dan pengemudinya menjelang kebijakan libur angkutan kota selama dua hari. Proses itu, dilakukan untuk memastikan kebijakan tepat sasaran dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah melakukan verifikasi, terhadap sekitar 2.300 angkot dan pengemudinya menjelang kebijakan libur angkutan kota selama dua hari. Proses itu, dilakukan untuk memastikan kebijakan tepat sasaran dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat.

“Kami sudah mendaftarkan hampir 2.300 angkot beserta pengemudinya. Hari ini semuanya sedang diverifikasi, baik data penerima maupun trayek-trayeknya. Tujuannya agar kebijakan ini tidak mengganggu warga, khususnya yang sangat bergantung pada angkot di daerah pemukiman,” kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Senin 29 Desember 2025.

Ia menegaskan, verifikasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap angkot yang terlibat benar-benar terdampak kebijakan libur. Kembali pihaknya tekankan, tahap verifikasi mencakup data pengemudi maupun trayek yang dilayani angkot.

“Kami mempertimbangkan angkot yang melayani pemukiman agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar. Meski angkot diliburkan, kami ingin warga tidak kesulitan mencari transportasi,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah kota juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk menghitung kompensasi bagi pengemudi selama masa libur. Dengan verifikasi yang matang, pihaknya berharap kebijakan libur angkot dapat berjalan efektif, adil bagi pengemudi dan tetap memudahkan mobilitas warga.

“Perhitungan kompensasi sedang dilakukan oleh pemerintah provinsi. Kami memastikan, pengemudi tetap mendapatkan haknya meski angkot libur,” ujar dia.***


Editor : JakaPermana