Pemkot Bogor Siapkan Anggaran Rp30 Miliar Untuk Bangun SMP dan Renovasi SDN
Buntut karut-marutnya pelaksanaan PPDB 2023 serta upaya menambah kapasitas atau dayang tampung sekolah, Pemkot Bogor menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk membangun SMP dan renovasi puluhan sekolah dasar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bogor,- Pemerintah Kota Bogor (Pemkot Bogor) menyiapkan anggaran Rp30 miliar untuk membangun sekolah baru jenjang SMP dan merenovasi 10 sekolah dasar negeri (SDN).
Pembangunan gedung baru SMPN dan renovasi puluhan sekolah dasar negeri tersebut tak lain sebagai upaya meningkatkan daya tampung siswa. Langkah itu juga diambil menyusul sengkarutnya PPDB 2023 lalu.
Kabid Sarpras Disdik Kota Bogor, Sultodi Mahbub mengatakan, dari 210 SDN yang ada, pemerintah menargetkan 10 sekolah dapat direnovasi untuk menambah ruang kelas maupun mengatasi kondisi konstruksi yang sudah kurang memadai, agar daya tampung siswa menjadi lebih baik.
"Sebagian konstruksinya masih zaman dulu ya, masih zaman impres. Kita memetakan sekolah yang butuh renovasi dan potensi siswa baru juga, karena ada beberapa sekolah yang belum merata, di sini banyak yang daftar, di sini kurang. Di samping juga ruang kelas atau rombongan belajar yang kurang juga," ungkap Sultodi, Senin, 31 Juli 2023.
Menurut Sultodi, dari 210 SDN yang ada di Kota Bogor, lebih kurang 70 persen bangunan perlu perbaikan dan beberapa di antaranya perlu peningkatan kapasitas ruang kelas dan rombongan belajar.
Permasalahan jenjang sekolah dasar saat ini, kata dia, selain kondisi bangunan juga minat orang tua dan siswa untuk memilih sekolah sehingga ruang kelas yang dibutuhkan sekolah juga di satu sisi meningkat di sisi lain justru kurang.
Oleh karena itu, renovasi infrastruktur sekolah secara bertahap diharapkan mampu meningkatkan daya tampung dan minat siswa serta orang tua dalam menyekolahkan anak di SDN terdekat sesuai domisili.
Sultodi menyampaikan, salah satu renovasi yang sedang berlangsung adalah SDN 1 Cimahpar yang justru dibangun ulang secara keseluruhan 'untuk dibuat sekolah berlantai dua. Renovasi total sekolah tersebut dianggarkan sekitar Rp3 miliar. "Jadi itu memang sedang dibangun, direnovasi, agar jadi dua lantai. Semua bangunannya dihancurkan dulu," ujarnya.
Selama renovasi lanjutnya, siswa-siswinya melaksanakan kegiatan belajar di SDN lain yang terdekat. "Yang sekolah ini memang siswa-siswinya belajar dulu di dua sekolah lain, karena dibongkar total," kata dia.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan akan menambah anggaran, tidak saja untuk membenahi ruangan kelas, menambah rombel, tetapi juga kemungkinan mendirikan sekolah baru.
Ia mengaku telah menugaskan Dinas Pendidikan untuk merinci kebutuhan anggaran untuk pembangunan SMPN dan renovasi SDN yang diperlukan untuk dikoordinasikan dengan Kemendikbudristek dan Dinas PUPR serta pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Karena kami sangat sadar bahwa persoalan kisruh ini, utamanya karena kurangnya fasilitas sekolah," ujarnya.
Bima Arya menambahkan, Pemkot Bogor menganggarkan Rp30 miliar untuk pembangunan dua sekolah menengah pertama negeri (SMPN) baru berikut merenovasi sekolah dasar negeri (SDN) di lokasi pembangunan yang sama."Kita akan tambah anggaran, tidak saja untuk membenahi ruangan kelas, menambah rombel, tetapi juga kemungkinan mendirikan sekolah baru," tegas Bima Arya.***(Rizki Mauludi)
Editor : Ghiok Riswoto

