Pemkot Bogor Targetkan Vaksinasi Booster Capai 40 Persen Sebelum Mudik Lebaran

Pemkot Bogor menargetkan sebelum mudik angka vaksinasi booster Kota Bogor menyentuh angka 40 persen sebelum mudik Lebaran

Pemkot Bogor Targetkan Vaksinasi Booster Capai 40 Persen Sebelum Mudik Lebaran
Forkopimda menggelar rapat koordinasi untuk mencegah peningkatan Covid-19 saat Mudik Lebaran, dan di antaranya dengan peningkatan vaksinasi booster.

INILAHKORAN, Bogor – Pemkot Bogor menargetkan sebelum mudik angka vaksinasi booster Kota Bogor menyentuh angka 40 persen, dan 25 April mendatang bisa mencapai target 50 persen.

"Vaksin (booster) kami geber semaksimal mungkin, saat ini sudah mencapai angka m 30 persen dan bergerak cepat, kami berharap paling tidak diangka 40 persen sebelum waktu mudik dan 50 persen beberapa hari sebelum Idul Fitri 1443 H. Kota Bogor saat ini masih PPKM level 2 dan tidak ada kebijakan yang baru," ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kepada INILAH pada Selasa 19 April 2022.

Bima melanjutkan, dirinya bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor juga telah menggelar rapat koordinasi dalam rangka akselerasi vaksinasi booster atau dosisi ketiga guna mengantisipasi tingginya mobilitas Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Rapat juga diikuti oleh para Kepala OPD, Camat, Lurah, Puskesmas hingga para Ketua Rukun Warga (RW) se-Kota Bogor secara luring maupun daring pada Minggu  17 April 2022 malam.

Baca Juga: Soal Penataan PKL, Ini Solusi DPRD Kota Bogor Untuk Pemkot

"Ini dilakukan karena vaksin sangat menentukan dalam mengantisipasi lonjakan kasus pasca mobilitas Lebaran nanti. Angka Covid semakin landai. Kasusnya hari semakin rendah, Insya Allah kami berdoa menuju zero case Covid-19. Insya Allah ini akan terjadi apabila kita betul-betul fokus akselerasi vaksin," tuturnya.

Bima menambahkan, vaksin booster diarahkan bukan hanya kepada warga yang ingin mudik saja, tetapi untuk semua warga. Karena pemerintah ingin melindungi semua warga Kota Bogor dari mobilitas warga pasca Lebaran. Kalau boosternya sudah tinggi, harusnya lebih kuat.

"Ini ujian kita, kalau ingin Bogor semakin landai dan kehidupan semakin normal, maka kata kuncinya akselerasi booster. Capaian vaksinasi di Kota Bogor sudah menyentuh angka 104,57 persen untuk dosis 1, kemudian 91,95 persen dosis kedua dan kurang lebih 30 persen untuk dosis ketiga atau booster. Target kami pada 25 April nanti bisa mencapai 50 persen sudah divaksin booster. Ini tidak mudah tapi kita terus berikhtiar maksimal. Setiap hari harus ada pelayanan vaksin," jelasnya.

Baca Juga: Pertama Kali, Disnaker Kabupaten Bogor Gandeng Apindo di Dunia Permagangan

Bima memaparkan, untuk mengakselerasi target tersebut, menyebut ada tiga strategi utama, yakni pendekatan berbasis data, pendekatan kewilayahan dan pendekatan berbasis komunitas. Pertama pendekatan berbasis data. Silahkan sisir warga yang belum vaksin melalui basis data yang ada di RW siaga, puskesmas, semuanya. Tapi tidak cukup data saja. Karena seringkali ada ketidaksesuaian data satu sama lain. Harus dipastikan di lapangan.

"Yang kedua adalah pendekatan kewilayahan. Pendekatan kewilayahan ini membutuhkan kreasi dan inovasi. Ada yang berkreasi memadukan vaksin dengan bantuan, ada yang berkreasi memadukan dengan event, dengan bazar ramadhan misalnya dan kegiatan lain. Ada yang langsung di jalan. Yang ketiga, pendekatan berbasis komunitas. Saya titip kepada Dinas Pendidikan (Disdik), dugaan saya, masih ada guru yang belum di booster. Terus yang lainnya, misal Kesbangpol pendekatan komunitas Ormas, partai politik dan lain sebagainya," tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menyatakan bahwa vaksin booster ini penting karena tahun ini pemerintah sudah melonggarkan berbagai ketentuan terkait PPKM.

Baca Juga: Legislator Bogor Geram Banyak Proyek Mangkrak Hingga Gagal Lelang Tahun Ini

"Mudik sudah boleh, kegiatan ibadah boleh bahkan sampai 100 persen. Ini yang harus menjadi perhatian semua. Harus ada penguat yang kita lakukan, yaitu booster," ungkap Susatyo.

Susatyo menjelaskan, untuk itu, perlu peningkatan peran Satgas sampai ke level RW. Panaskan kembali mesinnya, panaskan kembali SDM yang ada, untuk mengawasi, memonitor baik pendatang maupun pemudik. Pendatang juga wajib booster. Kalau hanya mengandalkan orang yang akan mudik, dikhawatirkan Bogor bukan kota pemudik, tapi pendatang. Orang Bogor yang tinggal di luar kota, banyak. Belum lagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

"Aglomerasi Jabodetabek, pemerintah mengatur capaian vaksin kita harus 50 persen untuk booster. Ini memang berat, tapi kami harus lakukan," pungkasnya. (rizki mauludi)

 

 


Editor : inilahkoran