Pemprov Jabar Dorong Optimalisasi TPPAS Lulut Nambo
Pemprov Jabar tengah mendorong optimalisasi TPPAS Lulut Nambo, Kabupaten Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemprov Jabar tengah mendorong optimalisasi TPPAS Lulut Nambo, Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar Ai Saadiyah Dwidaningsih menuturkan, saat ini memang TPPAS Lulut Nambo baru mampu mengolah 50 ton sampah per hari.
Dimana sampah tersebut, berdasarkan komitmen yang telah disepakati, bersumber dari Kabupaten Bogor 30 ton, Kota Bogor 10 ton dan Tangerang Selatan 10 ton.
"Berlaku sampai dengan Desember 2025, dengan ketentuan dapat dilakukan penyesuaian jika diperlukan," kata Ai dikutip Senin 13 Oktober 2025.
TPPAS Lulut Nambo, lanjut dia, akan terus ditingkatkan kapasitas pengolahannya, dengan target di 2026 sudah mampu mengolah 150-300 ton sampah per hari.
"Adapun untuk kapasitas ultimate sampai dengan 2300 ton per hari, akan dilakukan secara bertahap mengacu kepada Feasibility Study) yang sedang disusun pada anggaran perubahan 2025 ini bekerjasama dengan Tim Ahli ITB," ucapnya.
Soal kerjasama dengan PT Indocement, terkait pembelian Refused Derived Fuel (RDF) hasil olahan sampah TPPAS Lulut Nambo sebagai bahan bakar pengolahan semen, Ai menyebut pada pekan ini sudah berjalan.
"Kerjasama penjualan dengan Indocement Insya Allah dapat dilakukan," jelasnya.
Dia berharap, dalam waktu dekat sudah ada instruksi dari Gubernur Dedi Mulyadi, terkait rencana ke depan TPPAS Lulut Nambo.
Editor : Doni Ramdhani

