Ihwal TPPAS Lulut Nambo, Ini Kabar Terakhir Perihal Pemilihan Investor
PT Jabar Bersih Lestari (JBL) masih menunggu keputusan pemegang saham, perihal pemilihan calon investor Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah TPPAS Lulut Nambo di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - PT Jabar Bersih Lestari (JBL) masih menunggu keputusan pemegang saham, perihal pemilihan calon investor Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah TPPAS Lulut Nambo di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
"Saat ini ada beberapa perusahaan asing yang menjadi calon investor untuk nantinya bersama-sama membangun TPPAS Lulut Nambo, namun keputusan pemilihan investor yang bakal bekerjasama dengan PT JBL ada di tangan Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi dan Direksi PT Jasa Sarana," kata Direktur PT JBL Gun Gun Saptari Hidayat kepada wartawan, Selasa 18 Februari 2025.
Gun Gun menuturkan, saat ini TPPAS Lulut Nambo sudah beroperasi dalam pengelolaan dan pemrosesan sampah, dengan jumlah sampah 50 ton per hari.
"Operasional pengelolaan dan pemrosesan sampah, dengan jumlah sampah 50 ton per hari ini jadi salah satu modal kami dalam menawarkan kerjasama kepada para calon investor," tuturnya.
Alumni Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjelaskan, sebagai anak usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yaitu PT Jasa Sarana, pihaknya menawarkan investor untuk menjalin Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
"Kami tawarkan investor untuk mengelola dan memroses sampah menjadi biomassa dan Refuse Derived Fuel (RDF), dimana offtaker atau pembelinya sudah ada yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk" jelasnya.
Ia menambahkan dengan teknologi Mechanical Biological Treatment (MBT), modal dan biaya operasional TPPAS Lulut Nambo terbilang lebih murah dibanding teknologi lainnya.
"Modal dan biaya operasional TPPAS Lulut Nambo lebih murah dan lebih sederhana, kalau tetap mau menggunakan teknologi MBT. Sedanhkan dari kualitas RDF dan bio massa, menurut PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk itu kualitasnya lebih bagus," tambahnya.
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup akan memaksa pemerintah daerah maupun provinsi untuk meninggalkan sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping dan beralih ke TPPAS maupun lainnya.
Rencananya, TPPAS Lulut Nambo bakal mengolah sampah sebanyak 2.300 ton per hari, dimana sampahnya berasal dari Kota Depok, Kota Tanggerang Selatan, Kota dan Kabupaten Bogor.
PT JBL sudah lama menunggu investor untuk melanjutkan pembangunan TPPAS Lulut Nambo setelah mengalami 'putus' beberapa kali.
Editor : Doni Ramdhani

